Mau Tembus Pasar Tiongkok? Ini Syarat Ekspor Durian Beku

Senin, 15 Des 2025, 22:10 WIB

JAKARTA – Mengetahui persyaratan ekspor durian beku ke Tiongkok menjadi krusial karena pasar tersebut menerapkan standar karantina, keamanan pangan, dan ketertelusuran yang ketat.

Kepatuhan terhadap regulasi teknis dan administratif tidak hanya menentukan kelancaran akses pasar, tetapi juga menjaga reputasi produk Indonesia di tengah persaingan eksportir global.

Ket. Foto: Sejumlah pekerja membersihkan buah durian segar pada simulasi audit fasilitas ekspor durian segar di PT Nusantara King Fruit di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (17/2/2025). — Sumber: ANTARA FOTO/ Basri Marzuki

Dengan pemahaman yang tepat, pelaku usaha dapat meminimalkan risiko penolakan, meningkatkan daya saing, serta memanfaatkan peluang permintaan durian beku yang terus tumbuh di Tiongkok secara berkelanjutan.

Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyatakan ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi pelaku usaha untuk mengekspor durian beku ke Tiongkok, menyusul diberlakukannya protokol ekspor durian beku antara Indonesia dan General Administration of Customs of China (GACC).

Plt. Deputi Bidang Karantina Tumbuhan Barantin Drama Panca Putra, dalam keterangan di Jakarta, Senin (15/12), menyampaikan aspek ketertelusuran (traceability) rumah pengemasan durian beku menjadi aspek penting melalui implementasi Peraturan Barantin No. 15 Tahun 2024 tentang Instalasi Karantina Tumbuhan (IKT) dan sarana pendukungnya.

Hingga kini, tercatat delapan rumah pengemasan durian beku telah memenuhi syarat sebagai IKT, terdiri atas tujuh di Sulawesi Tengah dan satu di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Seluruhnya telah teregistrasi dalam sistem Tiongkok Import Food Enterprise Registration,” kata Drama.

Drama menyampaikan durian beku (Durio zibethinus) yang dapat diekspor sesuai protokol karantina mencakup daging buah (pulp), pasta (puree), dan buah utuh (whole durian).

Produk tersebut harus berasal dari buah segar dan matang yang ditanam di Indonesia, kemudian dibekukan pada suhu -30°C atau lebih rendah dengan proses pembekuan cepat (quick freezing process) dan dipertahankan pada suhu inti -18°C atau lebih rendah.

Selain itu, durian beku wajib dipilih secara manual untuk memastikan bebas dari buah busuk, rusak, maupun benda asing.

Eksportir juga harus memiliki kebun durian atau bermitra dengan petani yang telah mendapat registrasi GAP dari Dinas Pertanian Provinsi, memiliki rumah kemas yang terdaftar di Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Bapanas, serta ditetapkan sebagai fasilitas ekspor atau IKT oleh Barantin.

Barantin akan melakukan pemeriksaan fasilitas produksi, pemrosesan, dan penyimpanan sebelum merekomendasikan perusahaan yang memenuhi syarat kepada GACC.

Produk hanya dapat diekspor ke Tiongkok apabila perusahaan telah diregistrasi oleh GACC.

Drama menekankan bahwa titik kritis dalam ekspor durian beku adalah penerapan sanitasi higienis melalui SOP di IKT, guna memastikan produk terbebas dari cemaran kimia, biologi, maupun logam berat.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin) Aditya Pradewo menyambut antusias peluang ekspor langsung ke Tiongkok. Ia menilai pasar durian di negara tersebut mencapai 8 miliar dolar AS atau sekitar Rp128 triliun per tahun.

Dengan varietas unggulan seperti Bawor, Super Tembaga, dan Namlung, ia memprediksi Indonesia bisa merebut 5–10 persen pangsa pasar, dengan potensi devisa Rp6,4 triliun hingga Rp12,8 triliun per tahun.

Aditya menambahkan, ekspor langsung ke Tiongkok memangkas biaya logistik sekaligus memberikan keuntungan besar bagi petani dan eksportir, mengingat harga durian di Tiongkok tercatat 5–7 kali lipat lebih tinggi dibandingkan harga lokal.

Sementara itu, salah satu pelaku usaha durian Muchlido Apriliast mengungkapkan sebelum adanya protokol ekspor durian beku, pengiriman ke Tiongkok dilakukan melalui Thailand dengan biaya ekspedisi sekitar 8.000 dolar AS per kontainer.

Kini, dengan ekspor langsung, biaya hanya berkisar 10.000–11.000 dolar AS per kontainer, sehingga pelaku usaha dapat menghemat hingga 8.000 dolar AS per kontainer.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.