Kasihan, Anak Gajah Laila Mati karena Virus Herpes

Senin, 15 Des 2025, 15:40 WIB

PEKANBARU -- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengungkapkan hasil pemeriksaan laboratorium terkait kematian anak gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) bernama Laila disebabkan oleh virus herpes.

Kepala BBKSDA Riau Supartono menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel jaringan dan organ yang dilakukan oleh laboratorium Medica Satwa Laboratoris di Bogor. Hasilnya diketahui bahwa kematian gajah Laila positif terinfeksi Elephant Endotheliotropic Herpes Viruses (EEHV) yang menyerang organ hati (hepar).

"Virus EEHV merupakan jenis virus herpes yang khusus menyerang gajah, terutama anak gajah. Penyakit ini dikenal mematikan karena perkembangannya sangat cepat dan sulit ditangani. Virus EEHV ini hanya menular antar gajah," katanya di Pekanbaru, Senin.

Ket. Foto: Anak gajah Laila ketika dicek oleh tim dokter hewan BBKSDA Riau sebelum dinyatakan mati pada Sabtu (22/11). — Sumber: ANTARA/HO-BBKSDA Riau

Sebelumnya anak gajah Laila ditemukan dalam kondisi kurang aktif dan sudah mendapatkan penanganan medis oleh tim dokter hewan dan mahout. Akan tetapi, pada 22 November 2025
Laila sudah tidak dapat tertolong lagi.

"Laila” dengan jenis kelamin betina mati saat berumur 1 tahun 6 bulan di Pusat Konservasi Gajah Sebanga Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Laila merupakan anak gajah yang dilahirkan pada 6 April 2024 di Pusat Konservasi Gajah Sebanga dari Induk bernama Puja dan jantan bernama Sarma.

Kejadiannya pada Jumat (21/11) sampai pukul 22.00 WIB gajah Laila masih terpantau makan dan minum seperti biasa dan tetap minum air susu induknya. Lalu pada Sabtu (22/11) sekitar pukul 00.30 WIB gajah Laila terdengar menjerit dan teriak yang ketika dipantau masih kondisi berdiri dan aktif bergerak.

Kemudian sekitar pukul 01.00 WIB gajah Laila kembali menjerit. Setelah dicek, kondisi gajah pada posisi tubuh dalam keadaan berbaring namun setelah diberikan penanganan gajah kembali bangun, minum, dan menyusu.

"Sekitar pukul 05.00 WIB gajah Laila sempat bersuara, kemudian dilakukan pemeriksaan dan sekitar pukul 05.30 WIB dalam kondisi terbaring gajah Laila dinyatakan sudah mati," katanya.

  • anak gajah mati

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Senin 24 Agustus 2026 Naik, Segini Harga Terbarunya

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.