Arus Modal Berpihak ke Dolar, Rupiah Berpotensi Kehilangan Ruang

Senin, 15 Des 2025, 23:59 WIB

JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih berada di bawah tekanan seiring dominasi sentimen global yang membatasi ruang penguatan mata uang negara berkembang. Arah kebijakan moneter dan kinerja perekonomian Amerika Serikat (AS) tetap menjadi faktor utama karena memengaruhi arus modal dan daya tarik aset dollar AS.

Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi melihat investor akan fokus pada data ekonomi AS seperti pekerjaan di sektor nonpertanian dan consumer price index (CPI) pada November 2025, yang akan dirilis pada Selasa (16/12) dan Kamis (18/12). Dia menambahkan investor akan mencermati sinyal lebih lanjut dari pelonggaran pertumbuhan pasar tenaga kerja dan pendinginan inflasi, yang menjadi pertimbangan terbesar The Fed memangkas suku bunga acuan.

Ket. Foto: Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Akbar Nugroho Gumay

Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Selasa (16/12), bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di kisaran 16.660 - 16.690 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan di Jakarta, Senin (15/12), melemah 21 poin atau 0,13 persen dari akhir pekan lalu menjadi 16.667 rupiah per dollar AS.

“Pelemahan kurs rupiah karena sikap The Fed belum benar-benar dovish,” ujar Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Taufan Dimas Hareva.

Dia menambahkan kondisi ini dianggap membuat rupiah sensitif terhadap perubahan sentimen global, meski tekanan eksternal tak seagresif beberapa bulan lalu. "Perhatian pelaku pasar masih tertuju pada ekspektasi kebijakan The Fed dan pergerakan indeks dollar AS. Selama sikap The Fed belum benar-benar dovish dan imbal hasil obligasi AS tetap menarik, aliran modal global cenderung berhati-hati masuk ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia," ucapnya.

Menurut dia, penguatan rupiah pada pembukaan perdagangan hari ini lebih bersifat teknikal dan respons jangka pendek terhadap pelemahan dollar AS, bukan perubahan fundamental yang kuat. Di level saat ini, pasar dinilai masih mencari arah, sehingga ruang penguatan rupiah relatif terbatas dan rawan koreksi dalam rentang yang sempit.

Meninjau sentimen domestik, lanjut Taufan, stabilitas kebijakan Bank Indonesia (BI) dan data makro yang relatif terjaga. BI dinyatakan tetap memberi sinyal menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi lebih berfungsi sebagai penahan volatilitas, bukan pendorong penguatan signifikan.

"Dengan kombinasi faktor tersebut, rupiah hari ini cenderung bergerak sideways di kisaran sempit, dengan pasar masih menunggu katalis yang lebih kuat untuk menentukan arah selanjutnya," ungkap dia. 

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.