- Home
-
- Luar Negeri
-
- Lebih dari 75 Tahun, Turki...
Lebih dari 75 Tahun, Turki-Indonesia Telah Jalin Hubungan Hampir 5 Abad
Sabtu, 13 Des 2025, 23:48 WIBJAKARTA - Duta Besar Turki untuk Indonesia Talip Kucukcan menegaskan bahwa hubungan antarmasyarakat Turki dan Indonesia telah terjalin hampir 500 tahun, jauh melampaui usia hubungan diplomatik resmi kedua negara.
âDalam rangka merayakan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara, kita perlu menggarisbawahi bahwa hubungan antara masyarakat Turki dan Indonesia telah berlangsung hampir 500 tahun,â kata Kucukcan dalam kajian berjudul Sejarah Dokumenter Hubungan Turki-Indonesia: 1950â2025 yang diperoleh ANTARA di Jakarta, Sabtu (13/12).
Dalam kajian tersebut, Kucukcan menguraikan perkembangan hubungan diplomatik Turki dan Indonesia yang secara resmi dimulai pada 1950. Namun, ia menekankan bahwa fondasi hubungan kedua bangsa telah terbentuk jauh sebelumnya.
Hubungan historis itu, menurut Kucukcan, merujuk pada arsip Kesultanan Utsmaniyah yang mencatat interaksi sejak abad ke-16, ketika Kesultanan Aceh meminta dukungan kepada Kesultanan Utsmaniyah untuk menghadapi tekanan Portugis di kawasan Nusantara.
Kucukcan juga menyoroti keberadaan Konsulat Jenderal Utsmaniyah di Batavia pada periode 1881â1882. Pada awalnya, Kesultanan Utsmaniyah menunjuk seorang Konsul Kehormatan, sebelum kemudian mengangkat Konsul Jenderal. Konsulat Jenderal Batavia tersebut beroperasi hingga 1923.
âBerkat usaha Kedutaan kami, sebuah plakat marmer telah diletakkan di depan museum untuk mengenang gedung tersebut, yang dahulu digunakan sebagai Konsulat Kehormatan Utsmaniyah,â kata Kucukcan.
Secara resmi, Turki mengakui Indonesia pada 29 Desember 1949, menyusul pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hubungan diplomatik kedua negara kemudian terjalin pada 1950, dan Turki membuka Kedutaan Besar di Jakarta pada 10 April 1957.
Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Turki dan Indonesia menunjukkan penguatan yang signifikan. Kemitraan strategis kedua negara ditegaskan melalui penandatanganan deklarasi "Turki-Indonesia: Penguatan Kemitraan di Tatanan Dunia Baru" pada 2011.
Penguatan kerja sama berlanjut saat kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Bali dalam rangka KTT G20, yang ditandai dengan pembentukan Dewan Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi Turki-Indonesia pada 14 November 2022.
Pertemuan perdana dewan tersebut digelar di Bogor pada 12 Februari 2025, bertepatan dengan kunjungan Presiden Erdogan ke Indonesia. Kedua negara juga aktif menjalin kerja sama di berbagai forum internasional, termasuk G20, Organisasi Kerja Sama Islam, MIKTA, D8, dan PBB.
âHubungan politik, ekonomi, perdagangan, militer, pendidikan, dan budaya antara Turki dan Indonesia terus menguat. Kolaborasi industri pertahanan, investasi bersama, dan volume perdagangan terus meningkat dari tahun ke tahun,â kata Kucukcan. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
ATEEZ Umumkan 'Comeback' pada Februari 2026
-
Pemkot Banjarmasin Lakukan Kajian untuk Studi Kelayakan TPAS Basirih
-
200 Petugas Gabungan Bersihkan Lahan 3,6 Hektare RS Sumber Waras di Jakarta Barat
-
Cedera Bahu, Marc Marquez Absen hingga Akhir Musim MotoGP 2025
-
Koperasi Merah Putih Surabaya akan Diluncurkan Bulan Depan
-
Serang Tetapkan Tanggap Darurat Bencana
-
Pakistan Gencarkan Operasi Pemberantasan Korupsi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.