Perkuat Ekonomi Keluarga, Pemkab Banyuasin Luncurkan Gerakan Ternak Unggas

Jumat, 12 Des 2025, 22:30 WIB

PALEMBANG – Memelihara ternak unggas itu penting bukan hanya karena kebutuhan konsumsi yang terus meningkat, tapi juga karena perannya yang stabil sebagai sumber pendapatan bagi banyak keluarga dan pelaku usaha kecil.

Dengan perawatan yang tepat—mulai dari kualitas pakan, kebersihan kandang, sampai pengendalian penyakit—produktivitas unggas bisa meningkat signifikan. Ini artinya biaya bisa ditekan, hasil panen lebih konsisten, dan risiko kerugian berkurang.

Ket. Foto: Ilustrasi - Memelihara ayam di pekarangan rumah. — Sumber: Istimewa.

Di tengah naik-turunnya harga pangan, beternak unggas jadi salah satu cara paling realistis untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat ekonomi rumah tangga.

Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, menjalankan Gerakan Memelihara Ternak Unggas (Gemar Tugas) sebagai upaya meningkatkan perekonomian daerah dan mendukung program ketahanan pangan nasional.

"Melalui gerakan memelihara ternak unggas, diharapkan masyarakat kabupaten penghasil beras nomor dua nasional itu, lebih memperkuat kemandirian pangan daerah," kata Bupati Banyuasin Askolani, di Pangkalan Balai, Jumat (12/12).

Dia menjelaskan, untuk menjalankan Gemar Tugas itu, pihaknya menugaskan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Banyuasin, menyalurkan bantuan kepada kelompok masyarakat.

Selain itu, diberikan juga kepada penerima manfaat lainnya seperti kelompok tani, para gabungan kelompok tani, keluarga balita berpotensi stunting, dan para kelompok wanita tani.

Kelompok masyarakat dan penerima manfaat lainnya, secara bertahap diberikan bantuan berupa sarana dan prasarana perkebunan serta peternakan.

Kemudian diberikan bibit ayam 6.000 ekor, 12 ton pakan, dan kandang ayam, katanya.

Menurut dia, pelaksanaan gerakan tersebut merupakan aksi nyata dalam meningkatkan hasil pangan, perekonomian, membuka lapangan pekerjaan, hingga menurunkan angka stunting di Bumi Sedulang Setudung ini (sebutan Kabupaten Banyuasin).

“Untuk menyukseskan gerakan tersebut, kelompok masyarakat dan penerima manfaat lainnya, akan diberikan pelatihan, serta dilihat perkembangan sebagai bahan pertimbangan program selanjutnya,” jelas Bupati Askolani.

Memelihara unggas di tingkat rumah tangga membutuhkan perhatian pada beberapa aspek kunci agar hasilnya optimal dan risikonya minimal.

Kualitas pakan dan ketersediaan air bersih menjadi fondasi utama untuk menjaga kesehatan dan produktivitas unggas.

Selain itu, kebersihan kandang, sirkulasi udara, serta pengendalian penyakit melalui vaksinasi dan pemantauan rutin sangat penting untuk mencegah penyebaran infeksi.

Rumah tangga juga perlu memperhatikan manajemen limbah dan bau agar tidak mengganggu lingkungan sekitar.

Dengan pengelolaan yang terencana dan higienis, pemeliharaan unggas dapat menjadi sumber pangan dan pendapatan tambahan yang berkelanjutan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.