Modal Asing Kabur! BI Catat Outflow Bersih Rp130 M di Pekan Kedua Desember
Jumat, 12 Des 2025, 21:20 WIBJAKARTA â Aliran modal asing keluar mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor global terhadap risiko pasar domestik, baik akibat sentimen eksternal seperti gejolak suku bunga global maupun faktor internal seperti ketidakpastian kebijakan.
Tekanan outflow dapat melemahkan nilai tukar, mempersempit likuiditas, dan menurunkan valuasi aset keuangan, sehingga memengaruhi stabilitas pasar modal dan pembiayaan pemerintah maupun korporasi.
Untuk meredam dampaknya, diperlukan respons kebijakan yang kredibel, stabilitas makro yang terjaga, serta komunikasi pasar yang jelas agar kepercayaan investor dapat dipulihkan dan arus modal kembali stabil.
Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar bersih dari pasar keuangan Indonesia sebesar Rp130 miliar pada pekan kedua bulan ini yakni periode transaksi 8-11 Desember 2025.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan di Jakarta, Jumat (12/12), merinci terdapat modal asing masuk bersih di pasar saham dan Surat Berharga Negara (SBN) masing-masing sebesar Rp1,14 triliun dan Rp2,85 triliun.
Namun, terdapat modal asing keluar bersih di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp4,12 triliun. Dengan demikian, pasar keuangan domestik membukukan aliran modal keluar bersih sekitar Rp130 miliar.
Adapun sejak awal tahun ini hingga 11 Desember 2025, modal asing keluar bersih di pasar saham, SBN, dan SRBI masing-masing sebesar Rp25,95 triliun, Rp3,49 triliun, dan Rp116,34 triliun.
Premi risiko investasi (credit default swaps/CDS) Indonesia 5 tahun tercatat naik dari 71,28 basis poin (bps) per 5 Desember 2025 menjadi 72,99 bps per 11 Desember 2025.
Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis di level Rp16.650 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (12/12), dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan Kamis (11/12) yang berada di level Rp16.665 per dolar AS.
Adapun indeks dolar AS (DXY) tercatat melemah ke level 98,35 pada akhir perdagangan Kamis (11/12).
DXY merupakan indeks yang menunjukkan pergerakan dolar AS terhadap enam mata uang negara utama lainnya yakni euro, yen Jepang, pound Inggris, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss.
Imbal hasil atau yield SBN 10 tahun stabil di level 6,16 persen pada Jumat (12/12) dibandingkan Kamis (11/12).
Sementara imbal hasil US Treasury Note 10 tahun naik ke level 4,157 persen pada akhir perdagangan Kamis (11/12).
BI pun terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.
- Bank Indonesia (BI)
- Capital Outflow
- Aliran modal asing
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bukan Hujan Biasa! Modifikasi Cuaca Dikerahkan untuk Jinakkan Api di TPA Putri Cempo
-
Penonton Persib Dilarang ke Stadion Utama GBK, Kiper Muda Maung Bandung Siap Diturunkan
-
Intervensi Spot Dipangkas, BI Sisakan 30 Persen untuk Jaga Rupiah
-
Erupsi Anak Krakatau: Bandara Dhoho Kediri Batalkan 2 Penerbangan
-
Terendah se-Jawa, Inflasi Jakarta September Terkendali
-
Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total
-
Kredit Fiktif Rp4,5 Miliar, Kejati Jateng Tahan HWK, Mantri Bank BUMN
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.