Kementerian PU Fokus Buka Jalur Lintas Tengah Aceh, 13 Jembatan Putus Jadi Prioritas Pemulihan Konektivitas
Jumat, 12 Des 2025, 21:47 WIBJAKARTAâ Di tengah mulai pulihnya Jalur Lintas Barat dan Timur yang telah kembali dapat dilalui, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan konektivitas pasca bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh dengan fokus utama pemulihan jalur Lintas Tengah. Sebanyak 13 jembatan di sepanjang jalur Lintas Tengah mengalami kerusakan sehingga mengganggu pergerakan logistik masyarakat, khususnya pada jalur penghubung wilayah pegunungan Takengon.Â
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemulihan konektivitas menjadi prioritas pasca bencana di Sumatera. "Kementerian PU terus berusaha agar akses ini kembali fungsional secepat mungkin. Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik,"ungkapnya di Jakarta, Jumat (12/12)
Beberapa ruas jalan nasional di Aceh masih terputus akibat banjir bandang dan longsor, terutama pada ruas MeureuduâBireuen, BireuenâBener Meriah, hingga koridor Gayo LuesâAceh Tenggara. Namun seluruh lokasi terdampak telah ditangani dengan pengerahan alat berat, penimbunan oprit jembatan, pembersihan material longsor, hingga pemasangan jembatan Bailey secara bertahap.
Fokus penanganan terbesar berada pada Jembatan Teupin Mane yang menjadi pintu masuk menuju Lintas Tengah. Hingga Kamis (11/12), proses erection bailey telah dilakukan sejak 10 Desember dan ditargetkan jembatan ini sudah dapat fungsional pada 15 Desember 2025.Â
Setelah jembatan darurat Teupin Mane tersambung, pemasangan Bailey pada jembatan-jembatan putus berikutnya akan dilanjutkan secara bertahap hingga seluruh akses menuju Bener Meriah dan Aceh Tengah kembali terbuka.
Wilayah pegunungan seperti BlangkejerenâAceh Tenggara dan GeumpangâPameueâTakengon, penanganan berskala besar terus dilakukan. Pengangkutan material jembatan Bailey, perbaikan oprit, dan pembersihan longsoran masih berlangsung intensif dengan target penyelesaian akhir Desember 2025.
Pemulihan konektivitas Aceh menjadi prioritas agar mobilitas masyarakat, distribusi bantuan, dan aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan normal.Â
Selanjutnya untuk penanganan dua koridor lainnya, yakni Lintas Barat dan Lintas Timur Aceh juga menunjukkan perkembangan signifikan. Sejumlah ruas yang sebelumnya terputus kini telah kembali dapat dilalui, diantaranya Banda AcehâMeureudu, LhokseumaweâLangsa, LangsaâKuala Simpang, hingga Kota Kutacaneâperbatasan Sumatera Utara.Â
Pada ruas Simpang UningâUwaqâBlangkejeren, kendaraan roda dua sudah bisa melintas dan pembukaan jalur roda empat ditargetkan selesai 15 Desember 2025. Dua jembatan yang putus pada Lintas Timur Aceh sedang dikebut penanganannya dan ditargetkan selesai 14 Desember 2025. Â
Sementara untuk Lintas Barat, seluruh jalur sudah fungsional dan kini memasuki fase pembersihan material banjir serta perbaikan minor. Kementerian PU memastikan bahwa seluruh tim Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh terus bekerja dengan dukungan peralatan berat, unit jembatan Bailey, serta koordinasi penuh dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.Â
- Kementerian PU
- Bencana Aceh
- Daerah terdampak Bencana
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Sedimen Numpuk di Intake Bendung Kamijoro, Pasokan Air 2.563 Hektar Sawah di Jogja Terganggu
-
Dukung Panen Raya di KSPEAN Wanam, KemenPU Siapkan Sumber Air Alternatif
-
35 Hektare Sawah di Lampung Nyaris Gagal Panen, KemenPU Kerahkan Pompa Air dari Bendung Way Pisang
-
Jembatan Duplikasi Krueng Tingkeum Aceh Beroperasi Penuh, Akses Jalintim Sumatra Pulih
-
600 Hektar Sawah di Bekasi Kekeringan, KemenPU Operasikan 3 Pompa
-
Kekeringan dan Rob Hantam Demak, 124 Hektare Sawah di Kekeringan Parah
-
Sawah 120 Hektar di Jatim Terancam Kekeringan, Menteri PU Turunkan 13 Pompa Darurat!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.