IHSG Hari Ini Menanjak, Investor Tetap Tegang Menanti Kejutan RDG BI
Jumat, 12 Des 2025, 20:10 WIBJAKARTA â Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat meski pasar masih bersikap wait and see menjelang RDG BI pekan depan.
Kenaikan ini mencerminkan optimisme selektif investor yang menilai stabilitas fundamental domestik masih terjaga, sementara ketidakpastian suku bunga tetap menjadi faktor penahan.
Penguatan terbatas ini menunjukkan bahwa pelaku pasar mulai mengantisipasi hasil kebijakan moneter, namun tetap berhati-hati melakukan posisi baru hingga ada kejelasan arah suku bunga dari Bank Indonesia.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (12/12) sore, ditutup menguat 40,02 poin atau 0,46 persen ke posisi 8.660,50 di tengah pelaku pasar bersikap wait and see Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada pekan depan.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,27 poin atau 0,15 persen ke posisi 848,36.
âTekanan global mereda, setelah The Fed memangkas suku bunga. Bursa sempat turun karena investor dianggap sudah priced in, namun hari ini IHSG terapresiasi kembali. Aliran dana asing mulai masuk ke Bursa,â ujar Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa saat dihubungi di Jakarta.
Reydi mengatakan pelaku pasar menantikan keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) pada pekan depan, serta menantikan momentum akhir tahun yang bisa ramai fenomena window dressing.
Di sisi lain, pelaku pasar menantikan konsistensi inflow asing ke pasar modal Indonesia, supaya menambah kuat menopang IHSG.
Selain itu, pelaku pasar juga mencermati kinerja akhir tahun perusahaan- perusahaan tercatat (emiten) di pasar modal Indonesia.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 5,58 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor properti yang masing-masing naik sebesar 1,18 persen dan 1,05 persen.
Sedangkan tiga sektor melemah yaitu sektor teknologi paling dalam sebesar 1,75 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor infrastruktur yang turun masing-masing sebesar 1,10 persen dan 0,99 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu CTTH, MITI, RLCO, BRMS dan BALI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni KETR, WIFI, HOPE, INDX dan MTMH.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.984.503 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 52,12 miliar lembar saham senilai Rp29,84 triliun. Sebanyak 275 saham naik, 377 saham menurun, dan 148 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 721,18 poin atau 1,44 persen ke 50.870,00, indeks Shanghai menguat 16,03 atau 0,41 persen ke 3.889,35, indeks Hang Seng menguat 446,28 poin atau 1,75 persen ke posisi 25.976,79, dan indeks Straits Times menguat 61,59 poin atau 1,36 persen ke posisi 4,582,42.
- Ihsg hari ini
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kendaraan dari Barat Masuk Gerbang Kalikangkung Semarang Relatif Padat
-
Dishub Papua Ingatkan Peserta Mudik Kapal Laut Gratis Tertib di Atas Kapal
-
Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Hadiri Sertijab Danskadron Udara 11
-
Pemkab Bogor Siapkan 7.500 Porsi Makanan untuk Open House Lebaran Bareng Warga
-
Jurnalis Amerika Shelly Kittleson Diculik Kelompok Bersenjata di Tengah KeramaianIrak
-
Mangrove Desa Sugian Jadi Perhatian, Warga Lombok Timur Diminta Ikut Menjaga
-
Rahasia Efisiensi Armada: Bagaimana MPMRent Pertahankan Tingkat Utilisasi di Tengah Dinamika Pasar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.