Sri Sultan Minta Rekayasa Lalu Lintas Baru untuk Atasi Padatnya Arus Nataru

Kamis, 11 Des 2025, 10:55 WIB

YOGYAKARTA - Menjelang masa libur akhir tahun, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyoroti perlunya pendekatan baru dalam pengaturan arus kendaraan. Ia menilai pola rekayasa lalu lintas tahun lalu belum mampu mengimbangi lonjakan wisatawan dan pengendara yang melintas sehingga kemacetan masih terjadi di jalur menuju Kota Yogyakarta.

Harapan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Forkopimda DIY yang digelar di Ndalem Ageng, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (10/12). Sri Sultan menekankan pentingnya menciptakan suasana yang nyaman, baik bagi wisatawan maupun warga DIY.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Pemda DIY

“Pengalaman dari yang terakhir, dengan kunjungan yang demikian padat, mohon untuk dipertimbangkan bagaimana agar bisa memecah konsentrasi lalu lintas kendaraan. Ini juga perlu agar bagi yang hanya ingin sekadar lewat Jogja, tidak perlu masuk kota atau jalur yang menuju kota,” ujar Sri Sultan.

Menurutnya, jalur bagi pengendara yang hanya melintas tidak bisa lagi sepenuhnya diarahkan ke ringroad karena ruas tersebut terlalu dekat dengan pusat kota. Ia mendorong pembukaan jalur alternatif yang lebih luar untuk menghindari penumpukan kendaraan di wilayah Sleman dan Kulon Progo seperti pada musim liburan sebelumnya.

“Ringroad itu sudah terlalu dekat dengan kota. Jadi mungkin untuk yang dari arah timur, jika sekadar lewat, bisa dialihkan dengan belok kiri di Prambanan, lewat jalan yang menuju Piyungan. Dan kalau ingin menuju ke utara, bisa dicarikan jalur belok kanan menuju Tempel, lalu ke arah Magelang,” paparnya.

Selain rekayasa arus, Sri Sultan meminta agar penunjuk arah diperbanyak dan lebih jelas agar memudahkan pengendara saat memasuki wilayah DIY. Ia juga berharap Jaga Warga dapat membantu menjaga kondusivitas wilayah selama masa libur akhir tahun.

“Harapannya, Jaga Warga juga bisa ikut standby. Bisa dengan saling bergantian, setidaknya di kalurahan, supaya kalau ada apa-apa bisa berkoordinasi dengan lebih cepat,” tambahnya.

Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono menyampaikan bahwa menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat pada akhir tahun, Polri menggelar Operasi Lilin 2025 yang berlangsung 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Operasi digelar serentak di seluruh Indonesia untuk memastikan perayaan Natal dan Tahun Baru berlangsung aman dan kondusif.

“Untuk wilayah DIY, potensi kerawanan kamtibmas di masa libur Natal dan Tahun Baru meliputi kerawanan kriminalitas, ekonomi, dan kerawanan bencana alam,” jelas Anggoro.

Ia memerinci, kerawanan kriminalitas dipicu meningkatnya aktivitas masyarakat, sedangkan kerawanan ekonomi terkait potensi kelangkaan BBM dan kenaikan harga bahan pokok. Ancaman bencana alam dipengaruhi cuaca ekstrem, potensi gempa, serta aktivitas Gunung Merapi. Adapun kerawanan lalu lintas mencakup kemacetan, risiko kecelakaan, serta tingginya mobilitas di objek wisata dan simpul transportasi.

Pada Operasi Lilin Progo 2025, Polda DIY mendirikan 21 pos pengamanan dan pelayanan di seluruh kabupaten/kota, termasuk pos pengamanan polisi perairan dan udara di sejumlah kawasan pantai.

Kekuatan personel yang dikerahkan berjumlah 1.968 anggota Polri, ditambah sekitar 700 personel dari TNI, Dishub, Satpol PP, PMI, Damkar, Pramuka, Basarnas, dan berbagai instansi lainnya.

“Kami berharap Forkopimda DIY dapat memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam mendukung stabilitas pengamanan Natal dan Tahun Baru. Adanya sinergi Polri dan TNI diharapkan dapat terus diperkuat dalam mengantisipasi potensi ancaman teror dan gangguan keamanan,” tutup Anggoro.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.