Pikat Miliarder Dunia, Trump Luncurkan Visa Imigrasi 'Kartu Emas' Seharga $1 Juta

Kamis, 11 Des 2025, 09:25 WIB

WASHINGTON - Presiden Donald Trump meluncurkan skema yang menawarkan visa jalur cepat kepada warga asing kaya yang dapat membayar setidaknya $1 juta (sekitar Rp16,6 miliar).

Kartu tersebut akan menawarkan "jalur langsung menuju Kewarganegaraan bagi semua orang yang memenuhi syarat dan telah diverifikasi. SANGAT MENARIK! Perusahaan-perusahaan Amerika yang Hebat akhirnya dapat mempertahankan Talenta mereka yang tak ternilai," kata Trump di media sosial pada Rabu (10/12).

Ket. Foto: Kartu Emas Presiden Trump menawarkan warga asing dan pekerja kaya membayar $1 juta untuk visa yang memberikan status legal di AS — Sumber: AFP

Mengutip BBC, Kartu Emas Trump, yang pertama kali diumumkan awal tahun ini, adalah visa AS yang diberikan kepada mereka yang dapat menunjukkan bahwa mereka akan memberikan "manfaat substansial" bagi negara, menurut situs web resmi skema tersebut.

Hal ini terjadi ketika Washington meningkatkan penindakan imigrasi, termasuk menaikkan biaya visa kerja dan mendeportasi migran tanpa dokumen.

Skema Kartu Emas menjanjikan izin tinggal AS dalam "waktu singkat" dan akan membutuhkan biaya $1 juta yang merupakan "bukti bahwa individu tersebut akan memberikan manfaat substansial bagi Amerika Serikat", kata situs web program tersebut.

Perusahaan yang mensponsori karyawan diharuskan membayar $2 juta, beserta biaya tambahan. Versi "platinum" dari kartu tersebut yang menawarkan keringanan pajak khusus juga akan segera tersedia dengan harga $5 juta, menurut situs web tersebut.

Biaya tambahan kepada pemerintah dapat dikenakan tergantung pada keadaan masing-masing pemohon, kata situs tersebut. Individu juga diharuskan membayar biaya pemrosesan sebesar $15.000 yang tidak dapat dikembalikan sebelum permohonan mereka ditinjau.

Skema kartu emas telah menghadapi kritik sejak pertama kali diumumkan pada bulan Februari, beberapa anggota Partai Demokrat mengatakan hal itu secara tidak adil menguntungkan individu kaya.

Ketika Trump pertama kali meluncurkan rencana tersebut, ia menggambarkan visa tersebut mirip dengan green card, yang memungkinkan imigran dari berbagai tingkat pendapatan untuk tinggal dan bekerja secara permanen di AS. Pemegang green card biasanya memenuhi syarat untuk mendapatkan kewarganegaraan setelah lima tahun.

Tetapi Kartu Emas secara khusus ditujukan untuk para profesional "tingkat tinggi", kata Trump, menekankan, "kami menginginkan orang-orang yang produktif".

"Orang-orang yang dapat membayar $5 juta, mereka akan menciptakan lapangan kerja," kata Trump. "Ini akan terjual laris. Ini tawaran yang menguntungkan."

Skema ini muncul ketika pemerintahan Trump mengalokasikan sumber daya yang signifikan untuk mendeportasi imigran.

AS juga telah menangguhkan permohonan imigrasi oleh individu dari 19 negara, sebagian besar di Afrika dan Timur Tengah, yang menjadi sasaran larangan perjalanan presiden.

Pemerintah juga telah menghentikan semua keputusan atas permohonan suaka dan mengatakan akan meninjau ribuan kasus yang disetujui di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden.

Pada bulan September, Trump juga menandatangani perintah untuk mengenakan biaya $100.000 untuk pelamar program visa H-1B untuk pekerja asing terampil.

Keputusan tersebut menyebabkan kepanikan di kalangan mahasiswa luar negeri di AS dan perusahaan teknologi. Gedung Putih kemudian mengklarifikasi bahwa biaya tersebut hanya akan berlaku untuk pelamar baru yang saat ini berada di luar negeri.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

Berita Terbaru

Kemhan Sampaikan Duka Cita, Dua Peserta Program SPPI Meninggal Dunia Saat Latsarmil

Dukung Arahan Danantara, BTN Buka Peluang Buyback Saham Lewat Revisi RBB

228.016 Calon Siswa Lolos SPMB SMA dan SMK Negeri Jateng Tahun Ajaran 2026/2027.

Generasi Muda Disebut Paling Rentan Mengalami Gangguan Mental di Lingkungan Kerja.

Dinkes Maluku Edukasi Pentingnya Menjaga Kesehatan Sejak Dini Lewat Open Clinic Day.

118 Ijazah Siswa dari 11 Madrasah Ditebus, Pemkot Jakbar Gandeng Kemenag dan Baznas Bazis.

Bukan Sekadar Besaran Gaji, Pekerja Indonesia Cari Rasa Dihargai di Tempat Kerja

Virtus Technology Indonesia Resmi Jadi Master Distributor DJI Enterprise di Indonesia

Produk Bernilai Tambah Tinggi Asal Cilegon Tembus Kanada, Kemendag: Bukti Industri RI Makin Kuat

Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah

Info Loker! Job Fair Pemkab Magelang 2026 Tersedia 3.717 Lowongan

Shin Ye Eun Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Kehangatan Hunian Pintar Berbasis K-Wellness

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Babak Gugur Piala Dunia 2026 Mulai Terbentuk, Enam Negara Amankan Tiket 32 Besar, Empat Tersingkir

Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Ini Deretan Pemain yang Memperebutkan dari Messi, Mbappe, hingga Haaland, Siapa yang Layak?

Tiga Pejabat Tinggi Pratama Setjen MPR RI Dilantik, Siti Fauziah Tekankan Penguatan Kolaborasi dan Peningkatan Kinerja Lembaga

Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.