Kebijakan Baru Trump, Warga dari 30 Negara Bakal Dilarang Masuk AS

Sabtu, 06 Des 2025, 10:01 WIB

WASHINGTON — Pemerintah Trump akan memperluas larangan perjalanan bagi warga negara tertentu menjadi lebih dari 30, kata Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem, dalam kebijakan pembatasan terbaru sejak seorang pria asal Afghanistan dituduh menembak dua anggota Garda Nasional.

Dilaporkan Associated Pers, perluasan ini akan melanjutkan kebijakan larangan perjalanan pada bulan Juni, yang melarang perjalanan ke AS bagi warga dari 12 negara dan membatasi akses ke AS bagi warga dari tujuh negara lainnya. Dalam sebuah unggahan media sosial awal pekan ini, Noem mengisyaratkan akan memasukkan lebih banyak negara.

Ket. Foto: Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, berbicara saat konferensi pers di Bandara Harry Reid, Las Vegas, 29 November 2025 — Sumber: AP

Noem, yang berbicara Kamis (4/12) malam dalam sebuah wawancara dengan pembawa acara Fox News Channel Laura Ingraham, tidak memberikan rincian lebih lanjut. Ia mengatakan Presiden Trump sedang mempertimbangkan negara mana saja yang akan dimasukkan.

Setelah penembakan Garda Nasional, pemerintah telah meningkatkan pembatasan pada 19 negara yang termasuk dalam larangan perjalanan awal, yang meliputi Afghanistan, Somalia, Iran, dan Haiti, antara lain.

Ingraham bertanya kepada Noem apakah larangan perjalanan diperluas ke 32 negara dan menanyakan negara mana yang akan ditambahkan ke 19 negara yang diumumkan awal tahun ini.

"Saya tidak akan menyebutkan jumlahnya secara spesifik, tetapi jumlahnya lebih dari 30. Dan Presiden terus mengevaluasi negara-negara itu," kata Noem.

"Jika mereka tidak memiliki pemerintahan yang stabil di sana, jika mereka tidak memiliki negara yang mampu menopang dirinya sendiri dan memberi tahu kita siapa saja orang-orang tersebut serta membantu kita memeriksanya, mengapa kita harus mengizinkan orang-orang dari negara itu datang ke Amerika Serikat?" tanya Noem.

Departemen Keamanan Dalam Negeri tidak menanggapi permintaan komentar tentang kapan larangan perjalanan yang diperbarui akan berlaku dan negara mana saja yang akan termasuk di dalamnya.

Penambahan larangan tersebut merupakan yang terbaru dari serangkaian tindakan imigrasi yang berkembang pesat sejak peristiwa penembakan dua tentara Garda Nasional di Washington pada minggu Thanksgiving.

Rahmanullah Lakanwal, yang beremigrasi ke AS dari Afghanistan setelah penarikan pasukan AS, didakwa dengan pembunuhan tingkat pertama setelah salah satu dari dua korban, Spesialis Garda Nasional Virginia Barat Sarah Beckstrom, meninggal dunia akibat luka yang diderita dalam penembakan pada 26 November. Korban kedua, Sersan Andrew Wolfe, mengalami luka kritis. Lakanwal mengaku tidak bersalah.

Pemerintahan Trump berpendapat pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan orang-orang yang masuk atau sudah berada di AS tidak menjadi ancaman. Para kritikus mengatakan pemerintahan Trump menimbulkan trauma bagi orang-orang yang telah melalui pemeriksaan ekstensif untuk sampai ke AS dan mengatakan bahwa langkah-langkah baru tersebut merupakan hukuman kolektif.

Selama lebih dari seminggu, pemerintah AS telah menghentikan keputusan suaka, menunda pemropsesan manfaat terkait imigrasi bagi orang-orang di AS dari 19 negara terdampak kebijakan larangan perjalanan, dan menghentikan visa bagi warga Afghanistan yang membantu upaya perang AS.

Pada hari Kamis, Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi AS mengumumkan bahwa mereka akan mengurangi jangka waktu berlaku izin kerja bagi pelamar tertentu seperti pengungsi dan orang dengan suaka sehingga mereka harus mengajukan permohonan ulang lebih sering dan melalui pemeriksaan lebih sering.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

Berita Terbaru

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.