Berwisata Perkebunan Anggur di Bali Utara, Ternyata Seperti di Eropa

Kamis, 11 Des 2025, 18:08 WIB

BALI - Perkebunan anggur selama ini dianggap sebagai salah satu pemandangan lazim yang ditemukan di negara-negara yang memiliki empat musim.

Tetapi ternyata, wisatawan tidak perlu jauh-jauh pergi karena di Bali Utara ternyata ada sebuah kebun milik Hatten Wines Vineyard yang membudidayakan beragam varietas anggur merah dan putih di lahan seluas 12 hektare.

Ket. Foto: Wisatawan mencoba tur berkeliling perkebunan anggur milik Hatten Wines Vineyard yang berada di Jalan Seririt-Gilimanuk, Sanggalangit, Bali. — Sumber: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti

Event and Community Manager Hatten Wines Vineyard I.G.A.A Reditya Candradewi saat ditemui di Bali, Selasa (9/12) mengatakan bahwa untuk berkeliling kebun pengunjung harus membayar sebesar 100 ribu rupiah terlebih dahulu.

Kebun yang terletak di Jalan Seririt-Gilimanuk, Sanggalangit, Bali itu memiliki pohon anggur yang ditanam menggunakan metode yang lebih modern dan ditata dengan rapi. Pengunjung bisa mengabadikan momen di sana.

Di kebun itu terdapat sebuah bangunan bergaya kastil kecil di Eropa yang biasa digunakan untuk sarapan bersama hotel-hotel yang bekerja sama dengan Hatten.

Tempat ini cocok untuk bersantai dengan tenang karena memiliki latar pemandangan yang dinikmati berupa hamparan kebun anggur dengan langit jernih beserta udara sejuk layaknya berjalan-jalan di kebun Eropa atau Australia.

Jalanannya juga diberikan bebatuan kecil yang menambah kecantikan tempat yang dibangun oleh Ida Bagus Rai Budarsa di tahun 1994 itu.

Selama mengitari perkebunan, pengunjung akan ditemani oleh pemandu berpengalaman yang memberikan beragam informasi menarik mulai dari proses penanaman, cara panen sampai rekomendasi terkait makanan atau penggunaan wine yang tepat ketika memasak.

20251211180623_WhatsApp-Image-2025-12-11-at-00.48.05_7dea6193.jpg

Wisatawan mencoba wine lokal dari Hatten Wines Vineyard melalui sesi wine-tasting di Bali pada Selasa (9/11). Antara/Hreeloita Dharma Shanti

Salah satu anggur yang ditanam adalah anggur Bali untuk diolah menjadi wine lokal berkualitas. Bagi pengunjung yang berminat dapat mencicipinya melalui sesi wine-tasting.

Misalnya, seperti Sweet Alexandria, Aga White atau Aga Rose. Hatten juga memperbolehkan pengunjung untuk membeli langsung produk mereka sebagai oleh-oleh yang ingin di bawa pulang.

Harga wine yang ditawarkan berkisar dari 200 ribu rupiah sampai 400 ribu rupiah per botol.

Dewi mengatakan keunikan dari penanaman anggur yang ditanam di Bali yaitu dapat dipanen sebanyak tiga kali dalam setahun. Suhu dan cuaca di Bali Utara mendukung anggur berkembang dengan lebih baik.

Jika beruntung, pengunjung dapat melihat proses pemetikan anggur.

"Kalau di sini biasa kita panen itu sekitar bulan Agustus sampai September. Saat itu kalau berbuah wisatawan bisa ikut memetik," katanya.

20251211180444_WhatsApp-Image-2025-12-10-at-13.19.01_5e7df32e.jpg

Ilustrasi perkebunan anggur milik Hatten Wines Vineyard yang berada di Jalan Seririt-Gilimanuk, Sanggalangit, Bali. Antara/Hreeloita Dharma Shanti

Hatten Wines Vineyard buka setiap Senin sampai Jumat pukul 09.00 hingga 16.30 WITA. Sementara di hari Sabtu beroperasi pada pukul 09.00 hingga 12.00 WITA dan tutup pada hari Minggu atau libur nasional.

Waktu kunjungan akan semakin baik jika dilakukan pada pagi hari atau menjelang sore karena seringkali cuaca di perkebunan cukup panas.

Maka dari itu, wisatawan dianjurkan untuk menggunakan pakaian yang tidak tebal dan alas kaki yang nyaman untuk digunakan.

Pakailah topi caping yang disediakan oleh pengelola agar kulit mendapatkan proteksi maksimal dari sinar matahari.

Dalam pengalaman Antara, setidaknya perlu waktu 2 jam lebih dari Denpasar ke Sanggalangit menggunakan mobil. Namun, mungkin ada opsi perjalanan lain yang membuat wisatawan jadi lebih nyaman untuk berkunjung. Ant

  • Perkebunan Anggur

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

BPBD Sulteng: Sanksi Pidana Akan Diberikan Terkait Pembakaran Lahan dan Hutan

BMKG: Kabut Asap Selimuti Pekanbaru dengan Kualitas Udara Berbahaya

Chelsea Menang 3-2 atas Fulham pada Pertandingan Pertama Liga Inggris

Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumsel.

Karhutla Riau Meluas, TNI Kerahkan Satgas Khusus untuk Percepat Penanganan.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Dampingi Pangkodau II Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan.

Liga Italia: AS Roma Hancurkan Fiorentina 4-0, Donyell Malen Cetak Hattrick

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Daerah di Wilayah Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal

Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas

NBA Rilis Jadwal Musim 2026-27, Laga Ulangan Final dan Reuni Para Bintang Jadi Sorotan

BMKG Beberkan Cuaca Hari Ini, Mayoritas Wilayah Diprediksi Cerah hingga Berawan

Butter Baby Hadirkan Klepon Donut, Jajanan Tradisional Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan.

Calon Penumpang Tak Sabara Tunggu Operasi LRT dari Kelapa Gading ke Manggarai Mulai Besok

Manchester United Bersaing dengan Aston Villa dan Benfica untuk Boyong Alejandro Balde

Utang Whoosh Rp116 Triliun Disorot, Pemerintah Diminta Uji Risiko APBN

Busyet… 150 Roda Dua Dikandangkan dari Balap Liar di Jambi

Pelatih Mengeklaim, Tim Panahan Masih Bisa Bersaing di Asian Games Jepang

Jaga Elang Jawa, PGE Raih Penghargaan dari Kementerian Kehutanan di HKAN 2026.

Asean Mulai Kerepotan dengan Asap Eksporan Indonesia, tapi Rikuh

Kabut Asap Karhutla Jadi Pembunuh Diam-Diam, Pakar Ungkap Bahayanya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.