- Home
-
- Megapolitan
-
- Bamus Betawi Bahas Masa De...
Bamus Betawi Bahas Masa Depan Jakarta Setelah Pemindahan IKN
Kamis, 11 Des 2025, 19:05 WIBJAKARTA - Badan Musyawarah (Bamus) Betawi membahas sejumlah isu seputar Betawi, mulai dari pelestarian budaya hingga kesiapan masyarakat dalam menghadapi perubahan Jakarta setelah pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur.
"Pembahasan terkait mulai dari pelestarian budaya, isu-isu aktual, hingga kesiapan masyarakat Betawi dalam menghadapi perubahan Jakarta setelah pemindahan Ibu Kota IKN," kata Ketua Umum Bamus Betawi H Riano P Ahmad di Jakarta, Kamis (11/12).
Pembahasan tersebut digelar dalam rangka refleksi akhir 2025, sekaligus untuk melahirkan gagasan, rumusan, serta rekomendasi terkait berbagai isu seputar Betawi yang terus berkembang.
Agenda tahunan itu dihadiri sejumlah pimpinan dan anggota organisasi masyarakat Betawi dari berbagai wilayah Jakarta.
Menurut Riano, selain menjadi ruang silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi forum strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi dan merumuskan langkah ke depan.
"Selain ajang silaturahmi, mari kita terus memperkuat dan memperkokoh persatuan di antara kita, serta memperjuangkan peran masyarakat Betawi dalam pembangunan Jakarta," ucap Riano.
Refleksi akhir tahun itu pun menjadi momentum penting bagi organisasi untuk menilai kembali capaian dan tantangan selama setahun terakhir.
"Yang namanya refleksi, berarti evaluasi terhadap perjalanan organisasi dan kinerja Bamus selama setahun terakhir, sekaligus memperkuat konsolidasi internal," ujar Riano.
Dalam kegiatan itu, dia turut mengingatkan pentingnya sikap terbuka terhadap perbedaan. Menurut dia, dinamika merupakan hal yang lumrah dalam wadah besar, seperti Bamus Betawi.
Perbedaan pandangan justru dinilai sebagai potensi kekuatan jika dikelola dengan baik.
"Perbedaan pandangan itu biasa, dan kita semua terbukti bisa melewati itu semua. Jangan sampai perbedaan justru jadi penghalang kita bersilaturahmi dan berkontribusi terhadap pemajuan Bamus dan pembangunan Jakarta," jelas Riano.
Lebih lanjut, dia menegaskan upaya mempererat silaturahmi harus menjadi komitmen bersama setiap anggota agar tujuan besar organisasi dapat tercapai.
"Ini penting untuk menyamakan perbedaan yang ada, tetapi dengan tujuan yang sama, yaitu kemajuan Bamus Betawi di tahun depan," tutur Riano.
Acara refleksi akhir tahun Bamus Betawi tahun ini mengangkat tema "Mengokohkan Kebersamaan Dalam Bingkai Silaturahmi Menuju Betawi Berkemajuan".
Melalui refleksi itu, Bamus Betawi berharap dapat memasuki 2026 dengan strategi dan semangat baru.
Sejumlah tokoh hadir sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut, antara lain Syarif Hidayatullah, Aida Makbullah, Nasrullah, dan Rendra Yuliardi. Ant
- Bamus Betawi
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
BBKSDA Riau Telusuri Kemunculan Harimau Sumatera di Pabrik Goni
-
Vaksinasi Antisipasi Rabies DiIntensifkan Pemkab Buleleng
-
Kegiatan Playdate Edukatif Dukung Tumbuh Kembang Optimal si Kecil Melalui Keseimbangan Perawatan Fisik dan Bahasa Cinta
-
Implementasi Teknologi Pertanian: Produktivitas Melonjak 50%, Petani Kini Tak Lagi Tertinggal!
-
Guru Besar FHUI Topo Santoso: Jaksa Pemegang Dominus Litis sebagai Pengendali dan Manajer Kasus
-
Presiden Prabowo Paparkan Rencana Pendirian 10 Universitas
-
Geger Piala Dunia Voli Putri U-21, Vietnam Didiskualifikasi karena Mainkab Dua Pria. Berkah bagi Indonesia Jadi Lolos ke Babak 16 Besar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.