Voli Putri Tantang Malaysia di Laga Pembuka
Rabu, 10 Des 2025, 07:22 WIBJAKARTA - Tim bola voli putri Indonesia langsung dihadapkan pada ujian penting saat membuka langkah di SEA Games 2025. Malaysia menjadi lawan pertama yang harus ditaklukkan dalam laga penyisihan Grup B yang digelar di Indoor Stadium Huamark, Bangkok, Rabu (10/12) siang WIB.
Laga pembuka cabang olahraga bola voli indoor SEA Games 2025 menjadikrusial bagi tim voli putri Indonesia untuk menegaskan ambisi. Menghadapi Malaysia di grup B, skuad Merah Putih membawa misi jelas: membuka turnamen dengan kemenangan dan mengirim pesan tegas kepada para pesaing.
Secara peringkat dan catatan pertemuan, Indonesia berada di atas angin. Di SEA Games 2023 Kamboja, Indonesia menang meyakinkan 3-0 atas Malaysia dengan skor telak 25-12, 25-9, 25-12. Namun pelatih Marcos Sugiyama menegaskan tim asuhannya tak boleh terjebak rasa percaya diri berlebihan. Malaysia dinilai memiliki potensi kejutan, terutama di laga perdana yang kerap berlangsung di bawah tekanan tinggi.
Indonesia datang ke Bangkok dengan komposisi tim yang semakin matang. Perpaduan pemain senior dan talenta muda membuat permainan lebih dinamis. Sejumlah pemain merupakan tulang punggung tim di kompetisi Proliga. Beberapa lainnya baru ditempa melalui ajang FIVB U21 World Championship 2025, memperkaya variasi serangan dan kualitas bertahan.
Megawati Hangestri tetap menjadi tumpuan utama sebagai opposite spiker dan mesin poin. Ia didukung Syelomitha Afrilaviza sebagai opsi serangan tambahan. Lini sayap diisi Ersandrina Salsabila, Pascalina Mahuze, Naisya Pertiwi Putri, dan Mediol Yoku. Sektor tengah diperkuat Geofanny Eka, Chelsa Berliana, Maradanti Namira, dan Rika Dwi Latri.
Pengatur serangan dipercayakan kepada Yolana Bheta Pangestika serta Ajeng Nur Cahaya, dengan Sulastri Rahma Aulia dan Indah Guretno Dwi Margiani menjadi palang terakhir di lini pertahanan. Dalam tiga edisi terakhir SEA Games, Indonesia selalu membawa pulang medali perunggu.
Terakhir kali menembus final terjadi pada 2017 dengan raihan perak. SEA Games 2025 diproyeksikan sebagai momentum kebangkitan, meski persaingan semakin ketat dengan menguatnya Thailand, Vietnam, dan Filipina. Hasil kurang maksimal di AVC Womenâs 2025 dan SEA V.League, termasuk kekalahan dari Filipina, menjadi bahan evaluasi penting. Sugiyama menyebut tim asuhannya telah memetik pelajaran berharga dan memperbaiki aspek fisik, mental, dan taktik. ben/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
DLH Uji Coba Metode Fisik dan Biologi Atasi Limbah Busa di BKT Marunda
-
Menteri KKP: Produksi Ikan Nasional Capai 10,57 Juta Ton hingga Akhir 2026
-
Bank Mandiri Taspen Salurkan Santunan SRKK untuk Keluarga TNI Gugur di Lebanon.
-
Kejari Bangka Tengah Dinobatkan Sebagai Pemulih Aset Terbaik Se-Indonesia
-
Korea Utara Uji Coba Darat Mesin Roket Berdaya Dorong Tinggi
-
Kemenhut Umumkan Penemuan 19 Spesies Baru di HKAN 2025
-
Ketinggalan karena Merokok, Pria Ini Selamat Berpegangan pada Kereta Cepat yang Melaju
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.