Voli Putri Tantang Malaysia di Laga Pembuka

Rabu, 10 Des 2025, 07:22 WIB

JAKARTA - Tim bola voli putri Indonesia langsung dihadapkan pada ujian penting saat membuka langkah di SEA Games 2025. Malaysia menjadi lawan pertama yang harus ditaklukkan dalam laga penyisihan Grup B yang digelar di Indoor Stadium Huamark, Bangkok, Rabu (10/12) siang WIB.

Laga pembuka cabang olahraga bola voli indoor SEA Games 2025 menjadikrusial bagi tim voli putri Indonesia untuk menegaskan ambisi. Menghadapi Malaysia di grup B, skuad Merah Putih membawa misi jelas: membuka turnamen dengan kemenangan dan mengirim pesan tegas kepada para pesaing.

Ket. Foto: Sejumlah atlet voli putri Indonesia berlatih fisik saat mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Sports Center Sumatera Utara, Kabupaten Deli Serdang, Senin (17/11). Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia menurunkan sebanyak 18 atlet bola voli putri untuk menghadapi SEA Games 2025 di Thailand. — Sumber: ANTARA/Yudi Manar

Secara peringkat dan catatan pertemuan, Indonesia berada di atas angin. Di SEA Games 2023 Kamboja, Indonesia menang meyakinkan 3-0 atas Malaysia dengan skor telak 25-12, 25-9, 25-12. Namun pelatih Marcos Sugiyama menegaskan tim asuhannya tak boleh terjebak rasa percaya diri berlebihan. Malaysia dinilai memiliki potensi kejutan, terutama di laga perdana yang kerap berlangsung di bawah tekanan tinggi.

Indonesia datang ke Bangkok dengan komposisi tim yang semakin matang. Perpaduan pemain senior dan talenta muda membuat permainan lebih dinamis. Sejumlah pemain merupakan tulang punggung tim di kompetisi Proliga. Beberapa lainnya baru ditempa melalui ajang FIVB U21 World Championship 2025, memperkaya variasi serangan dan kualitas bertahan.

Megawati Hangestri tetap menjadi tumpuan utama sebagai opposite spiker dan mesin poin. Ia didukung Syelomitha Afrilaviza sebagai opsi serangan tambahan. Lini sayap diisi Ersandrina Salsabila, Pascalina Mahuze, Naisya Pertiwi Putri, dan Mediol Yoku. Sektor tengah diperkuat Geofanny Eka, Chelsa Berliana, Maradanti Namira, dan Rika Dwi Latri.

Pengatur serangan dipercayakan kepada Yolana Bheta Pangestika serta Ajeng Nur Cahaya, dengan Sulastri Rahma Aulia dan Indah Guretno Dwi Margiani menjadi palang terakhir di lini pertahanan. Dalam tiga edisi terakhir SEA Games, Indonesia selalu membawa pulang medali perunggu.

Terakhir kali menembus final terjadi pada 2017 dengan raihan perak. SEA Games 2025 diproyeksikan sebagai momentum kebangkitan, meski persaingan semakin ketat dengan menguatnya Thailand, Vietnam, dan Filipina. Hasil kurang maksimal di AVC Women’s 2025 dan SEA V.League, termasuk kekalahan dari Filipina, menjadi bahan evaluasi penting. Sugiyama menyebut tim asuhannya telah memetik pelajaran berharga dan memperbaiki aspek fisik, mental, dan taktik. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.