Ketinggalan karena Merokok, Pria Ini Selamat Berpegangan pada Kereta Cepat yang Melaju

Senin, 11 Agu 2025, 17:12 WIB
SANKT POELTEN - Seorang pria pada Sabtu (9/8) selamat setelah berpegangan pada bagian luar kereta berkecepatan tinggi di Austria, setelah kereta tersebut berjalan saat dia sedang turun untuk merokok.
Dari The Guardian, juru bicara kereta api Austria Herbert Hofer, mengatakan, pria itu berpegangan pada bagian luar kereta di St Poelten, sebelah barat Wina, dan kemudian dibawa ke dalam setelah kereta melakukan pengereman darurat.
“Ini tidak bertanggung jawab, hal seperti ini biasanya berakhir dengan kematian,” kata Hofer.
“Dan Anda tidak hanya menempatkan diri Anda dalam bahaya, jika Anda berakhir di bawah kereta, ada tim penyelamat, polisi, dan pemadam kebakaran yang akan datang.”
Kereta railjet tersebut sedang dalam perjalanan dari Zurich di Swiss ke ibu kota Austria dan meninggalkan Sankt Poelten tepat waktu tetapi tiba di Wina dengan penundaan tujuh menit, kata Hofer.
Kereta Railjet memiliki kecepatan maksimum 230 km/jam, tetapi tidak diketahui berapa kecepatan kereta tersebut melaju saat pria itu berpegangan.
Mengutip seorang penumpang di dalam kereta, tabloid Austria Heute mengatakan pria itu melompat ke ruang antara dua gerbong setelah kereta mulai berangkat dari pemberhentian yang direncanakan di Sankt Poelten.
Pria itu memanfaatkan keberadaannya di stasiun untuk merokok di peron, kata Heute.
Pria itu segera mulai menggedor-gedor jendela untuk menarik perhatian, katanya, yang mengakibatkan kondektur kereta mengaktifkan rem darurat sebelum awak kereta membawa pria itu ke dalam kereta.
“Kondektur benar-benar berusaha keras padanya,” kata penumpang itu kepada Heute.
Pria tersebut, seorang warga Aljazair berusia 24 tahun, dibawa pergi oleh polisi setelah kereta tiba di Stasiun Meidling, Wina, kata Heute. Ia tidak dapat berkomentar mengenai latar belakang pria tersebut sebelum penyelidikan lebih lanjut, ujarnya.
Pada bulan Januari, seorang pria Hungaria berusia 40 tahun selamat setelah berpegangan pada kereta berkecepatan tinggi Jerman sejauh 32 km, begitu pula setelah kereta tersebut berangkat sebelum ia menghabiskan sebatang rokok.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.