Kemenkes Dorong Program Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit

Rabu, 10 Des 2025, 15:47 WIB

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendorong adanya program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital based). Hal ini dilakukan sebagai strategi percepatan pemerataan tenaga medis di seluruh pelosok Indonesia.

Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes, Yuli Farianti, mengemukakan pihaknya telah menyusun perencanaan kebutuhan dokter spesialis hingga tahun 2032. Berdasarkan perencanaan tersebut, kata Yuli, Indonesia tercatat masih kekurangan sekitar 70.000 dokter spesialis.

Ket. Foto: — Sumber: RRI/Aditya Prabowo

“Kami masih sangat membutuhkan sekitar 70.000 dokter spesialis, tetapi saat ini baru 59 persen dokter spesialis terkonsentrasi di Pulau Jawa. Sebanyak 53 persen RSUD bahkan belum memiliki tujuh dokter spesialis dasar dari 38 provinsi di Indonesia,” kata Yuli Farianti saat konferensi pers di Kantor Kemenkes, Jakarta, Selasa (9/12).

Lebih lanjut, Yuli menilai kondisi tersebut perlu disikapi dengan meninjau kembali kapasitas yang dimiliki Indonesia untuk menghasilkan dokter spesialis dan subspesialis. Saat ini, Yuli menyebut, hanya ada 26 fakultas kedokteran yang menyelenggarakan program pendidikan dokter spesialis (PPDS) dari 150 fakultas kedokteran di perguruan tinggi Indonesia.

“Dokter spesialis di Indonesia masih kurang karena belum memaksimalkan potensi rumah sakit untuk pendidikan. Sampai sekarang, Indonesia hanya memiliki 26 rumah sakit pendidikan, sementara Amerika Serikat memiliki sekitar 905 rumah sakit yang menyelenggarakan pendidikan spesialis dan subspesialis,” ucap Yuli.

Karena itu, Kementerian Kesehatan membuka program PPDS berbasis rumah sakit dengan standar dan kualitas internasional yang diakreditasi oleh Accreditation Council for Graduate Medical Education (ACGME). Ia menjelaskan ACGME merupakan badan akreditasi utama untuk rumah sakit pendidikan dokter spesialis di AS, Singapura, dan sejumlah negara lainnya.

Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Titi Savitri Prihatiningsih menyebut bahwa PPDS berbasis rumah sakit bukanlah hal baru. Khususnya, di dalam dunia pendidikan di berbagai negara di seluruh dunia.

”Apabila kita melihat sejarah pendidikannya, sejak awal justru pendidikan dokter itu berbasis rumah sakit. Sebab, rumah sakit itu lebih dulu ada barulah pendidikan berbasis perguruan tinggi seperti yang kita kenal muncul pada abad 1400-an,” kata Titi. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.