Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ADB Revisi Naik Proyeksi 2025, Indonesia Buktikan Ekonominya Tahan Guncangan Global

📅 Rabu, 10 Des 2025, 21:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
ADB Revisi Naik Proyeksi 2025, Indonesia Buktikan Ekonominya Tahan Guncangan Global Doc: Istimewa.
Ket. Kantor Pusat Asian Development Bank (ADB) atau Bank Pembangunan Asia di Manila, Filipina.

JAKARTA – Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,0 persen, mencerminkan ketahanan fundamental ekonomi nasional di tengah dinamika global.

Revisi ini menunjukkan bahwa konsumsi domestik yang solid, belanja pemerintah yang terjaga, serta kinerja investasi dan ekspor yang mulai membaik telah memberikan dorongan tambahan bagi momentum pertumbuhan.

Kenaikan outlook ADB juga menandakan meningkatnya kepercayaan terhadap efektivitas kebijakan fiskal dan moneter Indonesia dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong aktivitas ekonomi secara berkelanjutan.

Dalam laporan Asian Development Outlook (ADO) Desember 2025 yang dirilis pada Rabu (10/12), ADB juga menaikkan proyeksi pertumbuhan Indonesia pada 2026 berada di angka 5,1 persen dari yang sebelumnya 5 persen, demikian pernyataan ADB dalam siaran persnya.

Sementara inflasi diperkirakan tetap terkendali pada level 1,7 persen tahun ini dan naik menjadi 2,5 persen pada 2026.

Secara regional, ADB menaikkan prakiraan pertumbuhan berbagai perekonomian di kawasan Asia dan Pasifik untuk tahun ini dan tahun depan.

Kenaikan proyeksi tersebut didorong oleh ekspor yang lebih kuat dari perkiraan serta meredanya ketidakpastian perdagangan setelah tercapainya sejumlah kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat.

Ekspor semikonduktor dan produk teknologi lainnya, penurunan inflasi, serta stabilnya kondisi keuangan menjadi faktor utama penguatan proyeksi kawasan.

Kawasan Asia yang sedang berkembang kini diperkirakan tumbuh 5,1 persen tahun ini, naik dari proyeksi September sebesar 4,8 persen. Proyeksi tahun depan juga dinaikkan menjadi 4,6 persen dari sebelumnya 4,5 persen.

Kepala Ekonom ADB Albert Park menyebut fundamental perekonomian Asia dan Pasifik yang solid telah menopang kuatnya kinerja ekspor dan pertumbuhan, meskipun lingkungan perdagangan global masih diliputi ketidakpastian.

"Sebagian ketidakpastian tersebut dapat diredakan dengan kesepakatan dagang, tetapi tantangan eksternal dan tantangan lain masih mengancam proyeksinya," ujarnya.

Ia juga mengatakan pemerintah di kawasan ini harus terus mendukung perdagangan terbuka dan investasi demi mempertahankan ketangguhan dan pertumbuhan.

Menurutnya, risiko terhadap proyeksi kawasan ini termasuk ketegangan perdagangan yang dapat kembali memanas, gejolak pasar keuangan, tekanan geopolitik, serta kemerosotan pasar properti di China yang lebih buruk dari perkiraan.

Untuk China, ADB menaikkan proyeksi pertumbuhan tahun ini menjadi 4,8 persen dari sebelumnya 4,7 persen, didorong ekspor yang tangguh dan stimulus fiskal. Proyeksi 2026 tetap di angka 4,3 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.