• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Merevolusi Pengobatan Peny...

Merevolusi Pengobatan Penyakit Metabolik

Senin, 08 Des 2025, 07:14 WIB

Dalam lanskap penelitian genetika dan bioteknologi yang berkembang pesat, hormon Fibroblast Growth Factor 19 (FGF19) telah menarik banyak perhatian karena sifat uniknya dan potensi aplikasi terapeutiknya. Hormon ini memainkan peran penting dalam mengatur berbagai proses metabolisme, termasuk sintesis asam empedu, metabolisme glukosa, dan pengeluaran energi.

Laman Synapse.Patsnap menyebutkan, stimulan hormon FGF19 sedang diteliti potensinya untuk mengatasi berbagai gangguan metabolisme. Stimulan FGF19, juga dikenal sebagai agonis FGF19, adalah senyawa atau intervensi yang dirancang untuk meningkatkan ekspresi atau aktivitas protein FGF19. FGF19 diproduksi secara alami di usus, terutama sebagai respons terhadap asam empedu.

Ket. Foto: Ilustrasi Foto yang diambil pada 21 Januari 2016 ini menunjukkan petugas polisi Malaysia, Mohamad Ra'ayim Jemahir, sedang memeriksa berat badannya saat mengikuti program khusus penurunan berat badan dan kebugaran "Trim and Fit" di markas besar kepolisian di Kuala Lumpur. — Sumber: AFP PHOTO / MANAN VATSYAYANA

Setelah dilepaskan ke aliran darah, FGF19 memberikan efeknya dengan mengikat reseptor spesifik, terutama FGFR4 (Reseptor Faktor Pertumbuhan Fibroblast 4) dan koreseptor β-Klotho, pada permukaan sel target. Pengikatan ini memicu serangkaian jalur pensinyalan yang mengatur proses metabolisme.

FGF19 bekerja terutama pada kemampuannya untuk menghambat enzim CYP7A1, enzim penting di hati yang berperan dalam mengubah kolesterol menjadi asam empedu. Dengan menurunkan regulasi CYP7A1, FGF19 secara efektif mengurangi sintesis asam empedu, yang pada gilirannya memengaruhi kadar kolesterol dan metabolisme energi.

Selain itu, FGF19 telah terbukti meningkatkan sensitivitas insulin, mendorong sintesis glikogen, dan meningkatkan pengeluaran energi dengan mengaktifkan jalur metabolisme di hati dan jaringan lainnya. Stimulan ini dapat berupa molekul kecil, peptida, atau zat biologis lain yang meniru atau meningkatkan aktivitas alami FGF19.

Stimulan ini diberikan melalui berbagai rute, termasuk injeksi oral, intravena, atau subkutan, tergantung pada formulasi dan hasil yang diinginkan. Kemajuan terbaru dalam sistem penghantaran obat telah meningkatkan bioavailabilitas dan efikasi stimulan ini, sehingga lebih layak untuk aplikasi klinis.

Simpulannya, stimulan gen FGF19 merupakan terobosan yang menjanjikan dalam pengobatan berbagai gangguan metabolik, termasuk NAFLD, NASH, T2DM, dan obesitas. Dengan memanfaatkan sifat unik FGF19, stimulan ini menawarkan pendekatan baru untuk memodulasi jalur metabolisme dan meningkatkan hasil kesehatan. hay

  • Penyakit Metabolik

Redaktur: Haryo Brono

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.