AS Sebut Konflik Ukraina-Russia Hampir Berakhir

Senin, 08 Des 2025, 01:00 WIB

CALIFORNIA – Utusan Ukraina dari Amerika Serikat (AS) yang akan mengakhiri masa jabatannya mengatakan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang Ukraina sudah “sangat dekat” dan kini bergantung pada penyelesaian dua isu utama yang masih tersisa: masa depan wilayah Donbas di Ukraina dan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia.

Russia menginvasi Ukraina pada Februari 2022 setelah delapan tahun pertempuran antara separatis yang didukung Russia dan pasukan Ukraina di Donbas, yang mencakup wilayah Donetsk dan Luhansk.

Ket. Foto: Utusan Khusus AS untuk Ukraina, Keith Kellogg. — Sumber: koran jakarta/m fachri

Perang Ukraina merupakan konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II dan telah memicu konfrontasi terbesar antara Russia dan Barat sejak puncak Perang Dingin.

Dikutip dari The Straits Times pada Minggu (7/12), utusan Khusus AS untuk Ukraina, Keith Kellogg, yang dijadwalkan mengundurkan diri pada Januari 2026, mengatakan dalam Forum Pertahanan Nasional Reagan bahwa upaya penyelesaian konflik berada pada “10 meter terakhir” yang menurutnya selalu menjadi bagian paling sulit.

Dua isu utama yang masih tersisa, kata Kellogg, berkaitan dengan wilayah terutama masa depan Donbas, serta masa depan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia di Ukraina, pembangkit terbesar di Eropa, yang saat ini berada di bawah kendali Russia.

“Jika kita menyelesaikan dua isu tersebut, saya pikir sisanya akan berjalan cukup baik,” kata Kellogg pada 6 Desember di Perpustakaan dan Museum Presiden Ronald Reagan di Simi Valley, California. “Kita hampir sampai.”

“Kita benar-benar sangat dekat,” ujar Kellogg.

Sebelumnya, Delegasi AS dan Ukraina menggelar pembicaraan “konstruktif” untuk membuka jalan menuju perdamaian di Ukraina, kata Departemen Luar Negeri AS, akhir pekan lalu.

Dalam pernyataannya setelah putaran perundingan rutin dua hari, Washington mengatakan Utusan Khusus untuk Perdamaian Steven Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, bertemu dengan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional dan Pertahanan Ukraina, Rustem Umerov, serta Kepala Staf Umum Jenderal Andriy Hnatov.

Kedua belah pihak, menurut pernyataan itu, membahas langkah-langkah menuju “jalur kredibel” untuk mencapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan, di tengah perang yang memasuki tahun ketiga dan terus menekan sumber daya militer serta ekonomi Ukraina.





Perang Regional

Kellogg, seorang letnan jenderal purnawirawan yang pernah bertugas di Vietnam, Panama, dan Irak, mengatakan bahwa skala korban tewas dan luka akibat perang Ukraina adalah sesuatu yang “mengerikan” dan belum pernah terjadi sebelumnya dalam konteks perang regional.

Ia mengatakan bahwa secara keseluruhan, Russia dan Ukraina telah menderita lebih dari 2 juta korban, termasuk yang tewas dan terluka sejak perang dimulai. Baik Russia maupun Ukraina tidak mengungkapkan perkiraan kerugian mereka secara kredibel.

Moskow mengatakan bahwa perkiraan kerugian yang dibuat oleh Barat dan Ukraina dibesar-besarkan. Kyiv mengatakan Moskow justru melebih-lebihkan perkiraan kerugian Ukraina.

Saat ini Russia menguasai 19,2 persen wilayah Ukraina, termasuk Krimea yang dianeksasi pada 2014, seluruh wilayah Luhansk, lebih dari 80 persen Donetsk, sekitar 75 persen Kherson dan Zaporizhzhia, serta sebagian kecil wilayah Kharkiv, Sumy, Mykolaiv, dan Dnipropetrovsk.

Dokumen yang bocor berisi 28 draft proposal perdamaian dari AS muncul pada November, memicu kekhawatiran pejabat Ukraina dan Eropa yang menilai proposal tersebut terlalu memenuhi tuntutan utama Moskow terkait NATO, penguasaan Russia atas seperlima wilayah Ukraina, serta pembatasan terhadap angkatan bersenjata Ukraina.

Proposal tersebut, yang kini disebut Russia berjumlah 27 poin, telah dipecah menjadi empat komponen berbeda menurut Kremlin. Isi lengkap dokumen tersebut tidak dipublikasikan.

Dalam proposal awal AS, PLTN Zaporizhzhia yang saat ini seluruh reaktornya berada dalam kondisi “cold shutdown” akan dioperasikan kembali di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), dan listrik yang dihasilkan akan didistribusikan secara merata antara Russia dan Ukraina.

  • stabilitas kawasan

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.