Wali Kota Bogor Desak Koperasi: Saatnya Turun Gunung Dukung Program MBG

Minggu, 07 Des 2025, 17:45 WIB

KOTA BOGOR – Peran koperasi menjadi salah satu pilar penting dalam keberhasilan program MBG, terutama karena struktur kelembagaannya yang dekat dengan komunitas dan memiliki jaringan akar rumput yang luas.

Dengan kemampuan menghimpun anggota dan mengelola usaha secara kolektif, koperasi menjadi kanal efektif untuk memperluas akses pembiayaan, memperkuat rantai pasok lokal, serta meningkatkan nilai tambah produk yang menjadi fokus MBG.

Ket. Foto: Ilustrasi - Sejumlah siswa menyantap makan bergizi gratis (MBG) di SDN Cipulir 01 Pagi, Jakarta Selatan. — Sumber: ANTARA/ Luthfia Miranda Putri

Model usaha berbasis kebersamaan membuat koperasi mampu mendorong partisipasi ekonomi masyarakat secara lebih merata, sekaligus memperkuat kemandirian desa dan kelompok usaha kecil.

Dari sisi implementasi, koperasi juga berperan sebagai aggregator yang mengorganisasi produksi, standarisasi kualitas, hingga distribusi, sehingga program MBG dapat berjalan lebih efisien dan terukur.

Selain itu, keberadaan koperasi membantu memperkecil biaya transaksi bagi UMKM dan petani, yang sering menjadi hambatan utama dalam integrasi ke pasar modern.

Dengan penguatan kapasitas manajemen koperasi dan dukungan kebijakan yang konsisten, kontribusi koperasi terhadap MBG dapat menjadi katalis untuk mempercepat pemerataan ekonomi sekaligus memperbesar dampak sosial program tersebut.

Wali Kota Bogor, Jawa Barat, Dedie A Rachim meminta koperasi berkontribusi dalam Program Makan Bergizi Gratis melalui potensi ekonomi yang digulirkan pada masing-masing koperasi.

"Ayo manfaatkan program ini. Hari ini koperasi memiliki harapan baru, dan ini tidak terlepas dari Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan keterlibatan langsung koperasi dalam pelaksanaan program MBG," kata Dedie Rachim saat membuka Musda Dewan Koperasi Indonesia Daerah Kota Bogor Tahun 2025, sebagaimana informasi dari Diskominfo Kota Bogor, Minggu (7/12).

Dedie Rachim mengajak seluruh elemen Dekopinda Kota Bogor untuk berkontribusi dalam pelaksanaan program MBG di Kota Bogor.

Ia menyebutkan, saat ini Kota Bogor setidaknya membutuhkan 100 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk total 320 ribu penerima manfaat yang meliputi pelajar, balita, hingga ibu hamil dan menyusui.

Peluang itu dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh koperasi, sebagai salah satu langkah nyata dalam membantu dan mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Dia juga menekankan agar penguatan Dekopinda Kota Bogor harus dilakukan, agar semakin kuat dan bersatu, sehingga Kota Bogor dapat mengangkat ekonomi kerakyatan.

“Melalui kolaborasi antarkoperasi untuk memenuhi kebutuhan SPPG, hal ini menjadi kesempatan bagi semua pihak dalam ikhtiar menyusun kembali sistem ekonomi kerakyatan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dekopinwil Jawa Barat Yuke Maulani Septina menegaskan bahwa koperasi harus adaptif terhadap perubahan serta memperkuat kelembagaan, keanggotaan, dan aset.

“Saya ingin mengajak untuk bekerja agar dapat menyelaraskan dan menyinergikan seluruh Dekopinda," ujarnya.

Kota Bogor menjadi tempat pertama melaksanakan Musda Dekopinda yang ada di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jabar, dan hal itu bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.