Film 'Avatar 3' Tayang di Bioskop 17 Desember, 5 Hal yang Perlu Diketahui tentang Film Ini
Sabtu, 06 Des 2025, 10:49 WIBLOS ANGELES - Film ketiga dalam serial Avatar, yang akan tayang di bioskop bulan ini, berharap dapat melanjutkan kesuksesan salah satu waralaba terlaris dalam sejarah dengan film thriller visual bertema lingkungan.
"Avatar: Fire and Ash" disutradarai oleh James Cameron 16 tahun setelah pertama kali memikat penggemar dengan orang-orang Na'vi berwarna biru. Film ini akan dirilis di pasar-pasar utama mulai 17 Desember menjelang musim liburan.
Film Avatar pertama meraup rekor pendapatan sebesar $2,9 miliar di box office global, film berikutnya yang dirilis pada tahun 2022, "The Way of Water", meraup sekitar $2,3 miliar meskipun terjadi kemerosotan pendapatan di bioskop pasca-Covid, menurut data dari The Hollywood Reporter.
Berikut yang perlu diketahui tentang film baru yang tayang perdana di Hollywood dan Paris minggu ini:
1. Keluarga dan ImigrasiÂ
Pemirsa akan menyaksikan pahlawan Jake (Sam Worthington), yang menjadi Toruk Makto, seorang prajurit dengan status legendaris, dan istrinya Neytiri (Zoe Saldana), yang berduka atas kematian putra tertua mereka Neteyam di planet Pandora.
Mereka berusaha membangun kembali dengan ketiga anak mereka, termasuk Kiri, seorang anak angkat Na'vi yang diperankan oleh Sigourney Weaver, dan seorang manusia, Spider (Jack Champion), yang dianggap sebagai bagian dari keluarga oleh semua orang, kecuali Neytiri.
"Kita melihat anak-anak tumbuh dan mencoba menemukan tempat mereka di dunia ketika mereka adalah anak-anak ras campuran - ibu 100 persen Na'vi yang sangat teguh dan tradisionalis. Ayah berasal dari sistem bintang lain," ujar Cameron dalam konferensi pers di Paris pada hari Jumat.
"Kami berurusan dengan keluarga pengungsi, pada dasarnya imigran yang terusir. Orang-orang bisa memahami hal itu," tambah pria Kanada berusia 71 tahun itu.
2. Antagonis BaruÂ
Dalam perjalanan mereka, para pahlawan bertemu dengan Mangkwan, Orang Ash, komunitas Na'vi yang wilayahnya dihancurkan oleh gunung berapi dan sekarang bertahan hidup melalui penjarahan.
Mangkwan dipimpin oleh Varang, diperankan oleh Oona Chaplin, cucu Charlie Chaplin.Â
Dia mengungkap sisi gelap suku Na'vi, yang selama ini digambarkan sebagai orang berbudi luhur dan hidup selaras dengan alam, berbeda dengan manusia yang terobsesi uang dan berniat menjarah sumber daya mereka.
3. Sebuah Dongeng Ekologi Â
Sekali lagi, penduduk Pandora harus melawan "orang langit", manusia dari Administrasi Pengembangan Sumber Daya, yang sedang mempersiapkan serangan baru.
RDA ingin memburu Tulkun, makhluk laut raksasa dan berakal budi, untuk mengekstrak amrita dari otak mereka -- zat yang memiliki nilai komersial besar.
Cerita Avatar yang asli ditulis oleh Cameron pada tahun 1995 dan "sangat ramah lingkungan dalam pesannya, jauh lebih gamblang daripada cerita-cerita berikutnya," kata sang sutradara.
Cameron "benar-benar menyingkap tabir misteri tentang cara perusahaan ini membunuh" keluarga Tulkun, ujar Weaver dalam konferensi pers.
Ia membandingkannya dengan dunia kita sendiri, di mana kita "merasakan keadaan darurat yang meningkat di dunia kita karena lautan benar-benar menderita, dan kita tidak akan dapat hidup tanpa lautan," tambahnya.
4. Kecerdasan BuatanÂ
Proses syuting film Avatar kedua dan ketiga berlangsung antara tahun 2017 dan 2018 selama 18 bulan, jauh sebelum munculnya kecerdasan buatan yang generatif.
Dua bagian lainnya sedang dalam produksi dan akan dirilis akhir dekade ini.Â
"Saya tidak pesimis tentang AI generatif. Saya hanya ingin menunjukkan bahwa kami tidak menggunakannya di film Avatar. Kami tidak mengganti aktor," kata Cameron kepada situs web AS ComicBook.com.Â
Sutradara telah membela teknik "penangkapan kinerja" yang ia rancang dan yang melihat gerakan aktor ditangkap dan kemudian ditransfer ke fitur Na'vi di layar.
5. Reaksi KritisÂ
Reaksi yang diterima terbatas tetapi secara umum positif, dan para kritikus belum dapat menerbitkan ulasan lengkap hingga mendekati tanggal perilisan.
Beberapa pengulas AS telah diizinkan untuk menerbitkan pendapat singkat di media sosial, dan sebagian besar dari mereka setuju bahwa Cameron telah menyajikan pesta visual yang menyayat hati.
Kritik utama ditujukan pada naskah dan pengulangan tema-tema yang familiar dari dua film pertama.Â
"Saya hanya punya sekitar lima ide bagus dalam hidup saya. Saya terus mengemasnya ulang," kata Cameron.
- Avatar: Fire And Ash
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Empat Korban Banjir Denpasar Ditemukan Meninggal Dunia
-
NASA Berlakukan Larangan Warga Tiongkok Ikut Serta Program Antariksa
-
Sinopsis Film Avatar: Fire and Ash dan Jadwal Tayang di Indonesia
-
Film 'Avatar: Fire and Ash' Tembus 1 Miliar Dolar AS, James Cameron Cetak Rekor Lagi
-
Penjelasan Akhir 'Avatar: Fire and Ash': Semua Tokoh yang Mati, dan Adakah 'Avatar 4'?
-
'Avatar: Fire and Ash' Catat Rekor Film Impor Terlaris 2025 di Indonesia
-
Film “Avatar: Fire and Ash” Sukses Raup Pendapatan Global Rp,5,7 Triliun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.