ITS Rumuskan Kebijakan Sistem Pendidikan Inklusif bagi Mahasiswa Disabilitas

Kamis, 04 Des 2025, 00:01 WIB

SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif. Kali ini, dosen ITS merumuskan naskah kebijakan bertajuk Designing a Multiscale Support System for Digital Education to Improve Higher Education Access for People with Disabilities sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan inklusif di ITS.

Ketua tim peneliti dari ITS Siti Nurlaela mengungkapkan bahwa akses pendidikan tinggi bagi kelompok disabilitas masih terbatas, khususnya di bidang sains dan teknologi. Menurutnya, meskipun regulasi nasional telah menjamin hak pendidikan bagi seluruh warga negara, penerapannya di lingkungan kampus masih menghadapi berbagai tantangan. “Kami ingin memastikan ITS siap menjadi kampus inklusif, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga dari sistem akademiknya,” terangnya.

Ket. Foto: Maket yang dilengkapi huruf braille sebagai salah satu alat bantu ajar bagi mahasiswa disabilitas — Sumber: Istimewa

Dosen Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITS itu mengungkapkan bahwa sistem dukungan yang diperlukan bagi mahasiswa disabilitas perlu dibangun melalui tiga tahapan utama. Tahap pertama adalah student input yang menyoroti penerimaan mahasiswa melalui sistem admisi yang inklusif. Tahap kedua yakni student process yang berfokus pada pembelajaran yang adaptif dan aksesibel, dan terakhir adalah student output yang menyiapkan mahasiswa menuju kemandirian akademik dan karir profesional.

Melalui penelitian ini, Siti dan timnya melakukan kajian internal dengan mengambil sampel dari beberapa program studi (prodi) untuk menilai kesesuaian kurikulum terhadap kebutuhan mahasiswa disabilitas. Analisis dilakukan melalui pemetaan capaian pembelajaran lulusan (CPL) guna mengetahui tingkat kesiapan tiap prodi. “Langkah ini membantu memahami sejauh mana kurikulum di ITS sudah mendukung prinsip inklusivitas,” jelas Siti.

Penelitian ini juga diperkuat dengan studi penerapan pendidikan inklusif di University of the West of England (UWE) Bristol, Inggris. Siti menuturkan, kolaborasi dengan UWE bertujuan untuk mempelajari penerapan kebijakan dan sistem digital yang mendukung layanan pendidikan bagi berbagai jenis disabilitas. Selain itu, timnya turut melakukan studi ke sejumlah universitas lokal untuk meninjau layanan disabilitas pendidikan tinggi yang telah berjalan di Indonesia.

Anggota tim peneliti Sri Oka Rachmadita dari Universitas Trisakti menambahkan bahwa penelitian ini telah menghasilkan beberapa rekomendasi kebijakan yang telah diserahkan kepada pimpinan ITS. Salah satu di antaranya adalah pembentukan dan penguatan Unit Layanan Disabilitas (ULD) sebagai pusat koordinasi layanan dan pendampingan akademik bagi mahasiswa disabilitas. “Lembaga ini yang akan memastikan pelaksanaan pendidikan yang inklusif di ITS,” ucap perempuan yang akrab disapa Oka ini.

Lebih lanjut, Oka menjelaskan bahwa penelitian dan penyusunan naskah kebijakan ini merupakan hasil kolaborasi antara ITS dan UWE Bristol dengan dukungan British Council melalui program Disability Inclusion Partnership Grant. Kegiatan ini juga melibatkan peneliti dari Universitas Trisakti dan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk memperkuat perspektif nasional dalam pengembangan kebijakan pendidikan inklusif di Indonesia.

Kajian ini menegaskan kontribusi ITS terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin ke-10 tentang Pengurangan Kesenjangan. Selain itu, kolaborasi dengan universitas nasional dan internasional juga mendukung tercapainya poin ke-17 yakni Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. 

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Senin 24 Agustus 2026 Naik, Segini Harga Terbarunya

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.