Wagub Rano Gaspol Dorong Ekosistem Teknologi Cerdas: 'IS-SMART Harus Jadi Mesin Inovasi Indonesia!'

Rabu, 03 Des 2025, 14:45 WIB

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, membuka Peluncuran Masyarakat Teknologi Cerdas Indonesia atau Indonesia Society for Smart Technology (IS-SMART) di Aula Heritage, Gedung Kemenko PMK, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (3/12). Acara ini menjadi momentum penting bagi penguatan gerakan teknologi cerdas nasional yang menyatukan pemerintah, akademisi, komunitas, dan industri dalam satu platform kolaboratif.

Dalam sambutannya, Rano menyampaikan apresiasi tinggi atas hadirnya IS-SMART sebagai wadah baru yang mendorong pemanfaatan teknologi secara lebih terarah. Ia menekankan bahwa perkembangan inovasi digital tidak dapat dilepaskan dari kerja sama lintas sektor yang saling melengkapi dan berorientasi pada pembangunan jangka panjang.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

"Mewakili Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, saya mengucapkan selamat atas terbentuknya IS-SMART. Inisiatif ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki semangat kolaborasi yang kuat, serta kesadaran bahwa teknologi cerdas semakin memegang peranan penting dalam pembangunan nasional," ujarnya.

Peluncuran IS-SMART juga bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional yang dirayakan melalui penganugerahan lomba video praktik Koding dan Kecerdasan Artifisial. Menurut Rano, kreativitas para pemenang mencerminkan kesiapan generasi pendidik dan pelajar dalam menyongsong era digital yang semakin menuntut kompetensi tinggi.

"Prestasi ini memperlihatkan bahwa ekosistem pendidikan kita mulai melahirkan talenta digital yang siap menyongsong dan memimpin era transformasi teknologi," imbuhnya.

Rano menegaskan bahwa penguatan talenta digital menjadi fondasi penting bagi arah pembangunan Jakarta sebagai kota global. Ia menyebut target Jakarta masuk jajaran Top 50 Global Cities pada 2030 dan Top 20 Global Cities pada 2045 dapat dicapai melalui percepatan inovasi dan pengembangan sumber daya manusia unggul.

Ia menjelaskan bahwa transformasi Jakarta tidak hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi juga ekosistem teknologi yang mampu mengintegrasikan pelayanan publik secara efektif. Pemprov DKI melalui Jakarta Smart City terus melakukan pembaruan sistem agar kebutuhan warga bisa dijawab dengan cara yang lebih cepat, presisi, dan setara.

"Bagi kami, smart city bukan sekadar digitalisasi layanan, tetapi pendekatan baru untuk memahami kebutuhan warga dan menjawabnya melalui sistem yang cepat, terintegrasi, dan setara," jelasnya.

Rano menilai pemanfaatan teknologi cerdas dapat mendorong Jakarta menjadi kota yang responsif dan adaptif. Ia menjelaskan bahwa teknologi mampu meningkatkan keamanan mobilitas kota, memantau lingkungan secara real time, hingga memperluas akses pendidikan dan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Kehadiran IS-SMART ini sangat strategis. Ekosistem teknologi hanya dapat bertumbuh jika ditopang jejaring pengetahuan, ruang kolaborasi yang terbuka, serta keterlibatan aktif pemerintah, akademisi, industri, komunitas, hingga para pendidik," tandasnya.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi besar-besaran seperti yang dihadirkan melalui IS-SMART menjadi cara bagi Indonesia untuk tidak hanya mengejar ketertinggalan, tetapi juga mengambil posisi lebih kuat dalam persaingan teknologi global. Rano menutup sambutannya dengan keyakinan bahwa Indonesia mampu menjadi pemain besar di masa depan jika seluruh ekosistem bergerak secara konsisten.

"Saya berharap IS-SMART dapat menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kapasitas kolektif untuk melangkah lebih jauh dan mengambil peran lebih besar dalam percaturan teknologi global," pungkasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.