Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Presiden Trump Ultimatum Maduro Mundur

📅 Rabu, 03 Des 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Presiden Trump Ultimatum Maduro Mundur Doc: istimewa
Ket. Presiden Venezuela Nicolás Maduro

Washington – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan mengultimatum Presiden Venezuela Nicolás Maduro untuk segera mundur dari jabatannya dan meninggalkan negara tersebut dengan tawaran jaminan keamanan.

Menurut laporan Miami Herald pada Senin (1/12), ultimatum tersebut disampaikan melalui panggilan telepon antara Trump dan Maduro di tengah kesiapan militer AS untuk kemungkinan melakukan operasi darat di Venezuela.

Trump disebut meminta Maduro, bersama orang-orang terdekatnya termasuk istrinya Cilia Flores dan putranya, segera meninggalkan Venezuela untuk membuka jalan bagi pemerintahan demokratis. Namun, sumber media AS itu menyebut Maduro meminta “pengampunan global atas kejahatan apa pun yang telah dilakukan dirinya dan kelompoknya,” namun permintaan tersebut ditolak Washington.

Maduro juga dikatakan meminta tetap mengendalikan angkatan bersenjata, serupa dengan kesepakatan politik di Nikaragua pada 1991 ketika Violeta Chamorro terpilih sebagai presiden menjelang akhir perang saudara. Sebagai imbalannya, pihak Maduro bersedia mengizinkan pemilu bebas.

Trump membenarkan bahwa ia berbicara melalui telepon dengan Maduro pada Minggu (30/11), namun menolak mengungkapkan detail percakapan tersebut.

Ultimatum tersebut muncul di tengah kondisi Venezuela yang terus dilanda krisis ekonomi, kemanusiaan, dan politik yang memperburuk legitimasi pemerintahan Maduro di mata internasional. Sementara itu, oposisi Venezuela dan komunitas global menantikan apakah tekanan baru dari Washington akan menghasilkan perubahan nyata dalam waktu dekat.

Ketegangan antara Washington dan Caracas terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Trump sebelumnya menyatakan bahwa wilayah udara Venezuela akan “sepenuhnya ditutup,” sebuah pernyataan yang dikecam pemerintah Venezuela yang menuntut “penghormatan tanpa syarat” terhadap kedaulatan wilayahnya.

Selain itu, Departemen Luar Negeri AS pada 24 November menetapkan kartel Cartel de los Soles sebagai organisasi teroris asing (FTO). AS menuding kartel tersebut dipimpin oleh Maduro dan sejumlah pejabat tinggi rezim yang mereka sebut “ilegitim.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...

Pembangunan SDM, Sekolah-sekolah di Tangsel Bersifat Inklusif

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.