Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Produksi Pangan Bisa Terganggu Jika Nilai Tukar Petani Terus Turun

📅 Selasa, 02 Des 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Produksi Pangan Bisa Terganggu Jika Nilai Tukar Petani Terus Turun Doc: antara
Ket. Ketahanan Pangan - Penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) Memberi Sinyal Penting Mengenai Kesejahteraan Petani

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai tukar petani (NTP) secara nasional pada November 2025 sebesar 124,05 atau menurun 0,23 persen dibandingkan dengan Oktober 2025. 

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini di Jakarta, Senin (1/12) mengatakan bahwa perkembangan tersebut dipengaruhi oleh indeks harga yang diterima petani (It) turun lebih dalam dibandingkan dengan penurunan indeks harga yang dibayarkan petani (Ib).

Pada November 2025, secara nasional It turun sebesar 0,26 persen dibanding It Oktober 2025, yaitu dari 155,13 menjadi 154,72. Sedangkan Ib turun sebesar 0,03 persen bila dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu dari 124,77 menjadi 124,73.

Komoditas yang dominan mempengaruhi penurunan indeks harga yang diterima petani nasional adalah gabah, kelapa sawit, kakao atau coklat biji, serta tembakau.

Jika dilihat berdasarkan subsektor, BPS mencatat subsektor yang mengalami penurunan NTP terdalam adalah subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTPR) yakni sebesar -0,66 persen.

Hal itu terjadi karena It pada subsektor tersebut mengalami penurunan sebesar 0,85 persen, lebih besar dari penurunan Ib sebesar 0,19 persen. Komoditas yang dominan mempengaruhi penurunan It tersebut antara lain kelapa sawit, kakao atau coklat biji, tembakau, dan kelapa.

Sementara itu, nilai tukar nelayan (NTN) mengalami kenaikan sebesar 0,70 persen. Hal ini disebabkan karena It mengalami peningkatan sebesar 0,66 persen, sementara Ib turun sebesar 0,04 persen.

Beberapa komoditas yang dominan mempengaruhi peningkatan It pada NTN meliputi ikan tongkol, ikan kembung atau kobang atau sumbo, serta cumi-cumi dan kakap.

Terkait harga beras, BPS melaporkan rata-rata harga beras di penggilingan pada November 2025 turun 0,88 persen secara (month-to-month/mtm) tetapi naik sebesar 6 persen secara (year on year/yoy).

Akademisi Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Warmadewa (Unwar), Denpasar, Bali, I Nengah Muliarta mengatakan, kondisi tersebut menarik perhatian karena mencerminkan tantangan ekonomi yang dihadapi oleh para petani di lapangan.

“Ketika NTP berada pada posisi tinggi, artinya petani memperoleh keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan biaya yang mereka keluarkan. Sebaliknya, sebuah penurunan NTP menunjukkan bahwa pendapatan petani tidak cukup untuk menutupi biaya yang harus mereka bayar,” ungkap Muliarta.

Menurut laporan BPS, pada bulan November 2025, indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan yang lebih signifikan, yaitu sebesar 0,26 persen, turun dari 155,13 menjadi 154,72. Penurunan itu didorong oleh fluktuasi harga pada beberapa komoditas utama yang menjadi andalan sektor pertanian, termasuk gabah, kelapa sawit, kakao, dan tembakau.

Sementara itu, indeks harga yang dibayarkan petani hanya turun sedikit, yakni sebesar 0,03 persen dari 124,77 menjadi 124,73. “Dengan kata lain, penurunan pendapatan yang diterima petani lebih besar dibandingkan penurunan biaya yang mereka harus keluarkan. Hal ini menciptakan ketidakseimbangan finansial yang berpotensi merugikan para petani,” kata Muliarta.

Penurunan NTP itu terang Muliarta memberi sinyal penting mengenai kesejahteraan petani. Dalam situasi di mana pendapatan menurun, petani dapat menghadapi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, serta berinvestasi dalam operasional pertanian mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.