Pelantikan Sekda DKI Mendadak Tertutup, Kadis Kominfotik Sampaikan Permintaan

Senin, 01 Des 2025, 16:10 WIB

JAKARTA - Pelantikan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta yang digelar pada Senin (1/12/2025) mendadak berubah menjadi agenda tertutup sehingga sejumlah jurnalis tidak dapat melakukan peliputan. Perubahan mendadak tersebut memicu ketidaknyamanan karena sebelumnya acara dijadwalkan terbuka untuk media.

Kondisi di Balai Kota Jakarta sejak siang menunjukkan sejumlah pewarta sudah bersiap melakukan liputan sebagaimana biasanya. Namun menjelang acara dimulai, petugas menyampaikan bahwa pelantikan tidak dapat dihadiri media karena adanya penyesuaian teknis.

Ket. Foto: — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Situasi ini sontak menimbulkan pertanyaan dari para pewarta yang telah hadir. Mereka menilai perubahan mendadak tersebut berpotensi menghambat fungsi kontrol publik yang dijalankan media.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta Budi Awaluddin menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh jurnalis Balai Kota. Pernyataan itu disampaikan melalui pesan resmi di grup WhatsApp Media Balai Kota.

"Teman-teman media Balai Kota yang saya hormati, saya sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi dalam peliputan kegiatan Pelantikan Sekda sore ini," ujar Budi dalam pesan yang dikirimkan sore hari.

Ia menegaskan bahwa tidak ada niat dari pihak Pemprov DKI untuk membatasi kerja jurnalistik. Menurut dia, kejadian tersebut murni disebabkan persoalan teknis yang tidak dapat dihindari pada saat acara berlangsung.

"Tidak ada maksud menghalangi kerja jurnalistik teman-teman, tetapi murni persoalan teknis," lanjutnya dalam pesan terpisah yang juga dibagikan oleh Humas Balai Kota.

Budi menyatakan bahwa insiden ini menjadi catatan penting untuk perbaikan dan evaluasi internal. Ia juga memastikan koordinasi antarinstansi di Pemprov DKI perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kejadian hari ini akan menjadi evaluasi bagi kami dan jajaran lainnya di Pemprov DKI Jakarta. Semoga ke depan komunikasi yang baik di antara kita tetap terjaga," ujar Budi dalam pernyataannya.

Perubahan status acara yang semula terbuka menjadi tertutup terjadi tanpa penjelasan detail di lapangan. Beberapa jurnalis mengaku baru diberi tahu sesaat sebelum kegiatan dimulai, sehingga tidak ada waktu untuk melakukan alternatif liputan.

Peristiwa ini menjadi sorotan karena pelantikan Sekda merupakan agenda penting yang biasanya diliput secara langsung oleh media. Uus Kuswanto, Wali Kota Jakarta Barat, resmi dilantik sebagai Sekda DKI menggantikan Marullah Matali yang telah memasuki masa purnatugas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai alasan teknis yang membuat acara tersebut ditutup. Namun pihak Kominfotik menegaskan evaluasi akan dilakukan segera agar mekanisme peliputan agenda pemerintah tetap berjalan sesuai standar.

Pelantikan Sekda merupakan salah satu momentum penting dalam struktur birokrasi DKI Jakarta. Dengan penunjukan Uus Kuswanto sebagai pejabat tertinggi perangkat daerah, publik memiliki kepentingan besar untuk mengetahui arah kebijakan birokrasi yang akan diambil ke depan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.