Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Memperkuat Pengawasan Perburuan Burung dalam Kawasan Restorasi

📅 Senin, 01 Des 2025, 23:35 WIB | Oleh:
Memperkuat Pengawasan Perburuan Burung dalam Kawasan Restorasi Doc: Antara
Ket. Restorasi Ekosistem Indonesia libatkan mahasiswa dan praktisi dalam membahas perburuan satwa burung di Provinsi Jambi, Senin (1/12/2025).

Kabupaten Muaro Jambi - Restorasi Ekosistem Indonesia (PT. REKI) perkuat pengawasan perburuan burung dalam kawasan restorasi di tengah indikasi maraknya aksi perburuan liar di wilayah konservasi tersebut. 

"Dalam paparan narasumber, REKI mendapat masukan ada aktifitas perburuan. Meskipun kami belum punya data lengkap, tetapi patut untuk dilakukan antisipasi meski skalanya belum besar," kata Direktur PT.REKI, Adam Azis di Jambi, Senin.

Menurut Adam, pelestarian satwa burung salah satu fokus, mengingat tujuan perusahaan dibentuk untuk melakukan restorasi ekosistem. Selain jenis tumbuhan lain yang terancam punah dari berbagai tekanan. 

Ia menilai, keterlibatan mahasiswa dalam proses pelestarian ekosistem merupakan bagian dari pendidikan, melalui pendekatan penyadaran.

Mengingat tantangan konservasi ke depan begitu besar, diperlukan pendekatan dini sampai ke aspek hukum dan perlindungan. 

Adam menjelaskan, PT. REKI merupakan restorasi pertama di Indonesia, dengan luas garapan mencapai 98.013 hektare, diharapkan menjadi tempat pelestarian jenis tumbuhan dan satwa yang nyaman.

Hutan dataran rendah itu, sering menjadi lokasi pelepasliaran burung dan jenis lainnya. Kawasan tersebut di pilih, mengingat kondisi pengelolaan nyata yang terus dilakukan oleh petugas lapangan, termasuk lokasinya mudah di jangkau.

"Hutan harapan salah satu pilihan bagi BKSDA, ada beberapa hal yang memang lebih kepada kondisi jarak yang tidak terlalu jauh, ada pengelola yang riil di lapangan. Sebelum itu, ada kesesuaian habitatnya, dan kita komit terhadap itu," ungkapnya.

Kegiatan Thalkshow yang digagas himpunan mahasiswa Biologi Universitas Jambi dan PT. Restorasi Ekosistem Indonesia itu melibatkan mahasiswa, dan pemateri dari dosen program Studi Biologi,Tedjo Sukmono, Kepala BKSDA Jambi, Agung Nugroho, Flight/Protecting Indonisia's Birds, Marison Guciano dan pemateri dari PT. Reki, Fadlhurahman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.