Komisi V Minta Anggaran Darurat Segera Digunakan Demi Selamatkan Korban
Senin, 01 Des 2025, 22:18 WIBJAKARTA- Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meminta pemerintah segera mengeksekusi anggaran darurat untuk mempercepat proses penyelamatan korban bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Ia menegaskan bahwa penyelamatan warga harus menjadi prioritas utama, sehingga penggunaan anggaran tidak perlu menunggu persetujuan DPR selama dilakukan secara akuntabel.
âKalau memang dipandang perlu, ya pemerintah bisa menggunakan dana BA99 untuk segera melakukan langkah-langkah tanpa harus persetujuan kita dulu, biar semuanya bisa cepat,â ujar Lasarus dikutip dari laman Parlementaria Jakarta, Senin (1/12)
Diketahui, Dana BA99 adalah singkatan dari Dana Bagian Anggaran (BA) 99, yang merujuk pada dana darurat atau cadangan fiskal pemerintah Indonesia yang dikelola oleh Bendahara Umum Negara (BA BUN).Â
Dana ini dirancang khusus untuk menangani kondisi gawat darurat dan kebutuhan mendesak yang berada di luar perencanaan anggaran reguler APBN. Fungsi utama dana BA99 adalah untuk memastikan respons cepat terhadap krisis, seperti bencana alam (banjir, longsor, gempa bumi), tanpa terhambat oleh birokrasi penganggaran tahunan yang memakan waktu panjang
Lasarus menekankan bahwa setiap detik sangat berharga dalam operasi penyelamatan terutama pada masa krusial atau golden time. âKarena yang namanya menyelamatkan orang kan hitungannya bisa detik, menit, itu sangat berarti bagi mereka,â ujar politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu.
Ia juga mendorong Basarnas untuk menggunakan dana darurat dengan segera agar proses penyelamatan dapat dilakukan lebih maksimal. âKita setujui anggarannya, selama itu digunakan secara transparan dan akuntabel. Nanti tinggal dilaporin aja ke kita. Ada BPK dan BPKP yang akan mengaudit. Karena ini darurat,â tegasnya.
Dalam rapat dengan BMKG dan Basarnas, Lasarus juga menyoroti skala bencana yang terjadi hampir bersamaan di tiga wilayah. Ia menyebut rangkaian kejadian tersebut berada pada kategori luar biasa.Â
âKita sering mengalami banjir, tanah longsor, tapi menurut saya kejadian kali ini di Aceh, kemudian di Sumut, dan di Sumatera Barat ini anomali pak, masuk kategori kejadian yang luar biasa dengan korban 700 hampir 800 orang yang meninggal, plus yang masih hilang sampai hari ini,â jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya upaya pencarian dan evakuasi yang dilakukan Basarnas. âTentu untuk korban yang hilang, pastilah keluarga berharap, paling tidak bisa ditemukanlah keberadaannya, seperti apapun kondisi terakhirnya. Kita juga memantau bagaimana Basarnas bekerja di lapangan beberapa hari terakhir, mulai dari hari bencana pertama kali terjadi,â ujarnya.
Lasarus turut menyinggung perlunya kesiapan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia penyelamatan, mengingat karakter Indonesia yang rawan bencana.
âIndonesia ini dikepung bencana Pak, baik tanah longsor, banjir bandang, gempa, tsunami, dan seterusnya. Ini memerlukan kesiapan kita dengan sarana-prasarana yang memadai. Demikian juga persiapan terkait sumber daya manusia yang terlatih,â tegasnya.
Menurutnya, kemampuan personel dalam memanfaatkan golden time sangat menentukan hasil penyelamatan di lapangan.Â
âGolden time ini hanya bisa ditangani oleh orang-orang terampil, terlatih dan orang-orang yang mengerti bagaimana cara menyelamatkan orang dalam situasi bencana. Niatnya menolong kalau ditangani dengan cara salah bisa fatal akibatnya,â pungkasnya.
Dengan kondisi tersebut, Komisi V menegaskan komitmennya untuk mendukung segala kebutuhan anggaran yang diperlukan pemerintah dalam penanganan darurat, selama penggunaannya dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan. Â
- Darurat
- Komisi V DPR
- DPR RI
- bencana sumatera
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
ASN WFH: DPR Minta Pemerintah Hitung Potensi Penghematan BBM
-
Korlantas Polri Terapkan "One Way" Lokal Jelang Puncak Arus Balik 28-29 Maret 2026
-
Berjalan Lancar, Angkutan Laut Lebaran 2026 Layani 2,02 Juta Penumpang
-
Public Expose 2026: Rumah Zakat Bakal Perkuat Inovasi Program demi Memperluas Manfaat
-
Badai Ekstrem Guncang AS, Penumpang Terjebak di Bandara
-
Antisipasi PHK Massal PPPK, Legilastor Minta Pemerintah Longgarkan Kebijakan Alokasi Belanja Pegawai
-
Legislator: Konsistensi Digitalisasi Kunci Penyaluran Subsidi BBM Tepat Sasaran, Tidak Perlu Satgas Baru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.