Kim Jong-un Janjikan Aset Strategis Baru untuk Angkatan Udara

Senin, 01 Des 2025, 02:40 WIB

SEOUL - Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, mengumumkan bahwa angkatan udara negaranya akan dilengkapi dengan aset militer strategis baru, kata media pemerintah pada Minggu (30/11).

Kim Jong-un membuat pengumuman tersebut pada acara peringatan 80 tahun angkatan udara Korut pada Jumat (28/11), ditemani putrinya, Ju Ae, yang akan jadi penerus kepemimpinan yang diakui.

Ket. Foto: Pemimpin Kim Jong-un (kanan) sedang menghadiri peringatan 80 tahun angkatan udara Korut pada Jumat (28/11). Kantor berita KCNA pada Minggu (30/11) melaporkan bahwa Kim Jong-un berjanji akan melengkapi aset militer strategis baru bagi Angkatan Udara Korut. — Sumber: AFP/KCNA VIA KNS

"Angkatan udara akan diberikan aset militer strategis baru dan dipercayakan dengan tugas penting baru," ujar Kim Jong-un dalam pidato tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut, menurut kantor berita KCNA.

"Angkatan Udara harus dengan tegas menangkal dan mengendalikan segala bentuk tindakan spionase dan kemungkinan provokasi militer musuh," imbuh dia.

Foto-foto media pemerintah menunjukkan Kim Jong-un dan putrinya tengah menyaksikan apa yang tampak seperti jet yang melakukan manuver di langit. Sementara foto-foto yang dirilis oleh surat kabar Rodong Sinmun menunjukkan Kim Jong-un sedang mengamati apa yang tampak seperti pesawat nirawak dan peluncur misil bergerak, di antara objek-objek lainnya seperti pesawat peringatan dini udara.

Korut diketahui telah memproduksi secara massal drone First Person View (FPV) jarak pendek berukuran kecil, serta drone tempur jarak menengah yang lebih besar, seorang pejabat intelijen Ukraina mengatakan sebelumnya.

Pyongyang belum menanggapi tawaran Korea Selatan (Korsel) untuk melakukan pembicaraan yang bertujuan menghindari bentrokan militer yang tidak disengaja di sepanjang perbatasan bersama kedua negara.

Seoul mengusulkan bulan lalu agar kedua belah pihak mengadakan pembicaraan militer untuk membahas apa yang disebut Garis Demarkasi Militer, dengan alasan serangan berulang kali oleh pasukan Korut.

Pada hari Senin (24/11) lalu, Presiden Korsel, Lee Jae-myung, mengatakan Pyongyang telah mengambil tindakan ekstrem dengan memasang tiga lapis pagar kawat berduri di sepanjang perbatasan.

"Kita kini telah mencapai situasi di mana kita tidak tahu kapan bentrokan yang tidak disengaja akan terjadi," Presiden Lee memperingatkan. "Semua jalur koneksi telah terputus. Mereka menolak semua dialog dan kontak. Ini adalah kondisi yang sangat berbahaya," imbuh dia. AFP/ST/I-1

  • kim jong-un

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.