DPRD DKI Bahas Laporan Reses Perdana, Ima Mahdiah Buka Sidang Paripurna dengan Kehadiran Wagub Rano

Senin, 01 Des 2025, 18:00 WIB

JAKARTA - DPRD DKI Jakarta menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Hasil Reses ke-1 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026 pada Senin (1/12). Sidang tersebut menjadi agenda penting dalam rangka menyampaikan rangkuman aspirasi warga yang dihimpun para anggota dewan.

Jajaran pimpinan DPRD hadir lengkap untuk memastikan proses paripurna berjalan sesuai ketentuan dan tata tertib. Wakil Ketua DPRD Ima Mahdiah memimpin jalannya rapat bersama Wakil Ketua DPRD lainnya, Rany Mauliani.

Ket. Foto: — Sumber: DPRD DKI Jakarta

"Dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim, rapat paripurna ini kami buka dan kami nyatakan terbuka untuk umum," ujar Ima dalam forum paripurna. Pernyataannya disambut tepuk tangan ringan dari peserta rapat yang hadir.

Rapat ini diselenggarakan berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Pasal 88 ayat (5) huruf b Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018. Aturan tersebut mewajibkan setiap anggota DPRD untuk melaporkan pelaksanaan reses kepada pimpinan dewan secara formal.

Pelaporan reses menjadi salah satu instrumen penting untuk menjembatani harapan masyarakat dengan kebijakan pemerintah daerah. Laporan itu memuat berbagai tanggapan warga, aspirasi yang mereka sampaikan, hingga pengaduan terkait kebutuhan pembangunan di masing-masing wilayah.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno turut hadir dalam sidang paripurna bersama sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kehadiran jajaran eksekutif menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menyerap dan menindaklanjuti hasil reses.

Rano Karno tampak memberi atensi besar terhadap laporan-laporan yang disampaikan anggota dewan sepanjang persidangan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai forum ini penting untuk mengukur efektivitas kebijakan pembangunan yang sedang berjalan.

Agenda paripurna ini juga terselenggara berdasarkan Surat Nomor 1176/KI.02.00 yang ditandatangani Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin. Surat tersebut menjadi dasar administratif penyelenggaraan paripurna mengenai hasil reses masa persidangan pertama tahun sidang baru.

Seluruh fraksi mengirimkan wakilnya untuk membacakan rangkuman hasil reses secara bergantian. Setiap penyampaian laporan dilakukan secara singkat namun tetap memuat pokok-pokok persoalan prioritas yang menjadi perhatian warga.

Beberapa laporan mencakup permasalahan klasik seperti kondisi infrastruktur lingkungan, kebutuhan perbaikan drainase, hingga persoalan fasilitas publik yang belum merata. Masukan mengenai pelayanan sosial dan pendidikan juga mendominasi penyampaian dari beberapa daerah pemilihan.

Anggota dewan menekankan bahwa berbagai aspirasi tersebut tidak hanya akan dicatat, tetapi menjadi pijakan penting dalam penyusunan rekomendasi kebijakan. Rekomendasi ini selanjutnya akan disampaikan kepada Pemprov DKI untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangannya.

Pimpinan sidang menegaskan bahwa reses bukan sekadar kegiatan seremonial bagi anggota dewan. Kegiatan itu merupakan jembatan utama bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan langsung yang sering kali luput dari pantauan pemerintah.

Dengan selesainya agenda penyampaian laporan reses ke-1 ini, DPRD DKI Jakarta menandai dimulainya rangkaian pembahasan lanjutan atas hasil yang disampaikan. Pemerintah daerah juga diharapkan segera menyesuaikan program prioritas berdasarkan data lapangan yang dihimpun anggota dewan tersebut.

Sidang paripurna ditutup dengan arahan pimpinan terkait tindak lanjut teknis yang akan dilakukan dalam beberapa pekan ke depan. Para anggota dewan kemudian meninggalkan ruang sidang setelah agenda resmi selesai dilaksanakan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.