Venezuela Kecam Unggahan Trump terkait Wilayah Udara

Minggu, 30 Nov 2025, 13:25 WIB

CARACAS - Pemerintah Venezuela pada Sabtu (29/11) mengecam ancaman AS yang "berusaha memengaruhi kedaulatan wilayah udaranya," dan menyebutnya sebagai "agresi yang berlebihan, ilegal, dan tidak dapat dibenarkan terhadap rakyat Venezuela," lapor Xinhua.

Dalam pernyataan resminya, Caracas menolak upaya Washington untuk menerapkan yurisdiksi ekstrateritorial terhadap Venezuela, seraya mengatakan tindakan AS tersebut mengancam kedaulatan nasional dan integritas teritorial Venezuela.

Ket. Foto: Presiden Donald Trump berbicara kepada wartawan dari perkebunannya di Mar-a-Lago pada hari Thanksgiving, 27 November 2025. — Sumber: AP

Di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara, Presiden AS Donald Trump pada Sabtu mengatakan bahwa wilayah udara di atas dan di sekitar Venezuela harus dianggap ditutup "secara keseluruhan".

"Kepada seluruh Maskapai Penerbangan, Pilot, Pengedar Narkoba, dan Pelaku Perdagangan Manusia, mohon pertimbangkan wilayah udara di atas dan di sekitar Venezuela untuk ditutup seluruhnya," tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social tanpa penjelasan lebih lanjut.

Tindakan AS itu merupakan ancaman nyata penggunaan kekuatan, yang dilarang berdasarkan Piagam PBB, kata pernyataan resmi tersebut.

Berdasarkan Konvensi Chicago 1944, setiap negara menjalankan kedaulatan eksklusif atas wilayah udara di atas wilayahnya, menurut pernyataan tersebut, seraya menekankan Venezuela tidak akan menerima "perintah, ancaman, atau campur tangan" dari kekuatan asing mana pun.

Pernyataan itu menyerukan kepada komunitas internasional untuk dengan tegas menolak "tindakan agresi yang tidak bermoral", serta menambahkan bahwa Venezuela akan menanggapinya sesuai hukum dan menjunjung martabat.

  • Konflik AS-Venezuela

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.