Stroke Penyebab Kematian Tertinggi, Kenali Gejala FAST dan Golden Period Penanganan Stroke
Minggu, 30 Nov 2025, 20:45 WIBJAKARTA - Serangan stroke menjadi penyebab kematian dan kecacatan tertinggi di Indonesia. Menurut data dari WHO tahun 2020, lebih dari 357 ribu kematian per tahun atau sekitar 21% dari total kematian nasional. Atau sekitar 1 dari 5 kematian nasional disebabkan oleh stroke.
Tingkat kematian akibat stroke di Indonesia mencapai 178,3 per 100.000 penduduk (disesuaikan dengan usia), menempatkan Indonesia di peringkat ke-11 tertinggi di dunia. Data ini menunjukkan bahwa beban penyakit stroke di Indonesia masih sangat tinggi dan menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan nasional.
Sayangnya, banyak masyarakat yang masih mengabaikan gejala awal stroke seperti pusing mendadak, mulut tidak simetris ketika tersenyum, penglihatan kabur atau tangan terasa lemas dan menganggapnya sebagai kelelahan biasa. Padahal, setiap menit yang hilang tanpa penanganan medis dapat berarti hilangnya jutaan sel otak secara permanen.
âSetiap menit sangat berharga bagi pasien stroke. Golden period di bawah 4,5 jam sejak gejala pertama muncul adalah masa krusial yang menentukan keberhasilan pemulihan. Jika pasien tiba di rumah sakit dalam rentang waktu ini, peluang untuk pulih tanpa kecacatan meningkat secara signifikan. Stroke sendiri merupakan penyebab kecacatan nomor satu, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia,â jelas dr. Riski Amanda, Sp.N, FINA, Spesialis Neurologi Neurointervensi di Primaya Hospital PGI Cikini, melalui keterangan tertulis pada hari Jumat (28/11).
 Penyebab Stroke dan Gejalanya
Stroke bisa terjadi akibat berbagai faktor risiko yang bisa diubah ataupun yang tak bisa diubah. Faktor yang tidak dapat diubah meliputi usia, di mana risiko stroke meningkat seiring bertambahnya usia; jenis kelamin, karena pria memiliki risiko stroke lebih tinggi dibanding Perempuan.
Meski risiko stroke pada perempuan lebih rendah dibandingkan pria namun mereka cenderung mengalami stroke pada usia yang lebih tua dengan prognosis yang lebih buruk; serta riwayat keluarga, dimana risiko stroke meningkat jika ada anggota keluarga yang pernah mengalaminya.
 Sementara itu, faktor risiko yang dapat diubah mencakup tekanan darah tinggi (hipertensi), kadar kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, diabetes, penyakit jantung (terutama fibrilasi atrium), obesitas, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, dan penyalahgunaan alkohol. Dengan mengenali dan mengendalikan faktor-faktor tersebut, risiko terjadinya stroke dapat diminimalkan secara signifikan.
 FAST: Cara Mudah Mengenali Tanda Stroke
Gejala awal stroke dapat meliputi mati rasa atau kelemahan mendadak pada wajah, lengan, atau kaki; kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan; gangguan penglihatan; kehilangan keseimbangan atau kesulitan berjalan; serta sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba tanpa penyebab jelas.
 Untuk mempermudah mengenali gejala, gunakan istilah FAST, yaitu F (Face): Face droopingâsatu sisi wajah tiba-tiba turun/terkulai atau mati rasa; A (Arms): Arm weaknessâsulit mengangkat satu lengan; S (Speech): Speech difficultyâberbicara tidak jelas atau sulit dimengerti; dan T (Time): Time to call emergency servicesâjika ada tanda-tanda di atas, segera hubungi rumah sakit.
âNamun, gejala tidak selalu muncul bersamaan. Kadang hanya salah satu seperti pusing mendadak, penglihatan buram, atau kelemahan ringan di satu sisi tubuh.Kunci utamanya adalah jangan menunggu gejala memburuk. Datanglah segera ke IGD rumah sakit dengan fasilitas stroke center,â tegas dr. Riski.
 Mengapa Kecepatan Jadi Penentu Hidup Stroke?
Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terhenti akibat sumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Akibatnya tanpa adanya aliran oksigen, sel-sel otak mulai mati dalam hitungan menit.
Jika stroke iskemik terdeteksi dini, dokter dapat memberikan obat trombolitik untuk melarutkan bekuan darah atau melakukan trombektomi mekanik guna mengangkat sumbatan. Keduanya hanya efektif jika dilakukan dalam golden period.
Golden period stroke adalah waktu kritis dalam penanganan pasien stroke, yaitu 3-4,5 jam pertama setelah gejala stroke muncul. Pada periode ini, pengobatan yang cepat dan tepat sangat penting untuk meminimalkan kerusakan otak serta meningkatkan kemungkinan pemulihan total.
Setelah Serangan: Rehabilitasi Tak Kalah Penting
Bagi pasien yang berhasil melewati fase akut, perjuangan belum selesai. Proses pemulihan sering kali panjang dan membutuhkan disiplin tinggi. Rehabilitasi melibatkan fisioterapi, terapi okupasi, hingga terapi wicara. Tujuannya bukan sekadar memulihkan fungsi tubuh, tetapi juga mengembalikan kemandirian dan kepercayaan diri pasien.
 âBanyak pasien yang depresi setelah stroke karena merasa tak berguna. Padahal, dengan terapi berkelanjutan dan dukungan keluarga, mereka bisa kembali produktif,â ungkap dr. Riski.
Lawan Sebelum Datang: Deteksi Dini dan Gaya Hidup Sehat
Faktor risiko stroke sebenarnya bisa dikendalikan. Hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan kebiasaan merokok adalah beberapa penyebab utama yang bisa dicegah dengan perubahan gaya hidup.
âPemeriksaan kesehatan rutin, terutama bagi usia di atas 40 tahun, menjadi langkah penting untuk mendeteksi risiko sejak dini. Stroke bukan takdir, tapi akibat dari kebiasaan yang bisa diubah. Cukup dengan mengontrol tekanan darah, makan sehat, dan aktif bergerak, risiko stroke bisa turun drastis,â lanjut dr. Riski.
Ia menegaskan, stroke adalah the silent killer yang datang tiba-tiba, tapi bisa dicegah jika dikenali lebih awal. Setiap detik berarti, setiap tindakan menentukan masa depan. Karena itu, jika Anda atau orang di sekitar menunjukkan tanda-tanda FAST jangan tunggu lumpuh, segera ke rumah sakit.
- Primaya Hospital
- Cegah Stroke
- stroke
- FAST
- golden periode
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Kapan Idul Fitri? Kemenag: Tunggu Hasil Sidang Isbat 19 Maret 2026
-
Penerima program MBG di Kendari
-
Kopdes Merah Putih Harus Serap Seluruh Produk Lokal
-
Bahaya Tersembunyi Bahan Pengawet di Makanan Kemasan, Picu Risiko Hipertensi hingga Serangan Jantung
-
Sambut Era Baru Kreativitas yang Berdampak, TikTok Awards Indonesia 2025 Rayakan Sosok Kreator Inspiratif dan Berpengaruh di Indonesia
-
Kesehatan Preventif Tengah Jadi Tren, Primaya Hospital Karawang Resmikan Wellness Center
-
Perkuat Kapasitas Penyimpanan, Bulog Bangun Enam Gudang Logistik Baru di Maluku Utara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.