Program JKN Bantu Peserta BPJS Menjalani Kelahiran Anak Pertama

Minggu, 30 Nov 2025, 22:45 WIB

Palangka Raya - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) membantu peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Aulia Rahayu (26) yang menderita asma dalam menjalani proses kelahiran anak pertama di rumah sakit.

Aulia di Palangka Raya, Minggu mengatakan, di tengah masa kehamilan yang penuh tantangan, ia tetap optimis menantikan kelahiran buah hatinya dalam keadaan sehat.

Ket. Foto: Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) usai menjalani proses kelahiran anak pertama di rumah sakit di Palangka Raya. — Sumber: Antara

"Setiap langkah menuju fasilitas kesehatan menjadi lebih ringan berkat perlindungan Program JKN yang memastikan kesehatannya terus terpantau tanpa kekhawatiran biaya," katanya.

Aulia merupakan seorang peserta Program JKN sehari-hari bekerja sebagai penata rias di wilayah Kota Palangka Raya dan sekitarnya. Ia mengungkapkan bahwa asma yang ia derita sudah sangat sering mengganggu aktivitasnya.

Menurut pengakuannya, di tahun 2024 dirinya telah mendapatkan perawatan intensif selama tiga kali dan terus berlanjut hingga masa kehamilan anak pertamanya tersebut.

“Karena saking seringnya saya masuk rumah sakit sebagai pasien umum, otomatis penghasilan saya cukup terkuras saat itu," katanya.

Apalagi saat kontrol terakhir, hasil pemeriksaan juga menunjukkan kalau dirinya positif mengandung anak pertama.

"Dokter akhirnya menyarankan saya untuk daftar BPJS (Program JKN) saja supaya memudahkan pembiayaan saya hingga sampai setelah melahirkan nanti,” ungkap Aulia.

Sesuai saran dokter yang menanganinya, Aulia akhirnya mendaftarkan dirinya sekeluarga ke dalam Program JKN melalui segmen kepesertaan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 3, dan melanjutkan kontrol kesehatannya di fasilitas kesehatan yang sama.

Keputusan untuk menjadi peserta Program JKN membawa kelegaan bagi Aulia di tengah masa kehamilan yang penuh tantangan. Namun perjuangannya belum berhenti di situ, kondisi kesehatannya justru diuji lebih berat seiring bertambahnya usia kandungan.

“Bnar saja, selama kehamilan asma saya malah lebih sering kambuh dari biasanya," katanya.

Selain itu, di minggu terakhir kehamilan, janin di dalam kandungannya juga kekurangan berat badan, beratnya cuma 2,6 kg akibat HBnya di bawah angka normal waktu itu di 9,3 g/dL.

"Saat itu, semua arahan dokter saya sanggupi demi kesehatan bayi saya saat persalinan dan betapa leganya kemarin setelah operasi ternyata beratnya telah naik drastis menjadi 3,1 kg,” jelas Aulia.

Di balik kondisi kesehatannya yang sempat menurun, Aulia tetap berhasil melahirkan buah hatinya dengan selamat melalui operasi caesar. Ia bersyukur, seluruh proses pemeriksaan dan persalinan dapat dijalani dengan tenang berkat perlindungan dari Program JKN yang menanggung penuh biayanya.

“Pengalaman saya menggunakan BPJS (Program JKN) selama 11 bulan terakhir benar-benar mematahkan asumsi saya sebelumnya," katanya.

Ternyata, lanjut dia, pelayanan yang didapat sama saja dengan layanan umum. Bahkan dalam beberapa hal lebih baik dan tidak membeda-bedakan.

"Selain itu bagi kami, manfaat itu tidak sekadar meringankan saya dan suami dari segi biaya, tetapi juga menyelamatkan saya dan anak sulung kami,” kata Aulia.

Menanggapi hal ini, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya K Hindro Kusumo mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai upaya strategis seperti menggencarkan program Sosialisasi Digitalisasi Layanan JKN, termasuk melalui kader JKN dan petugas Pusat Layanan Kesehatan (PLK) di lapangan.

Upaya ini diharapkan mampu memperluas pemanfaatan JKN Mobile agar manfaat program JKN benar-benar dirasakan secara menyeluruh oleh seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali.

  • bpjs

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Ones

Berita Terbaru

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

Coco Gauff Juara Cincinnati Open 2026! Tampil Perkasa dan Ukir Prestasi Gemilang

Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati Bakal Direlokasi, Ini Persiapannya

Kabut asap batasi jarak pandang di Sungai Kapuas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.