Persija Kontra PSIM, Dua Pemain Kunci Sama-sama Terkena 4 Kartu Kuning

Jumat, 28 Nov 2025, 12:37 WIB

JAKARTA – Situasi cukup unik terjadi di dua kubu baik Persija Jakarta maupun PSIM Yogyakarta yang akan bertemu Jumat. Keduanya sama-sama kehilangan pemain kuncinya karena terkena empat kartu kuning. Dari kubu Persija, Bek Rizky Ridho, terkena empat kartu kuning. Dari Kubu PSIM, pengatur serangan Ze Valente terkena empat kartu kuning.

Pelatih Persija Mauricio Souza mengaku dirinya tak khawatir meski akan melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (28/11) pukul 19.00 WIB, pada pertandingan pekan ke-14 BRI Super League 2025/2026, tanpa kapten mereka, Rizky Ridho yang menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.

Ket. Foto: absen karena kartu — Sumber: ist

"Saya masih belum akan mengungkapkan siapa yang akan turun sebagai starter besok. Kami punya tim yang saya percayai sepenuhnya," kata Souza pada jumpa pers pra-pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis.

Ridho menjadi starter dalam 12 pertandingan Persija musim ini, namun empat kartu kuning yang didapatkannya pada laga sebelumnya, yaitu melawan Dewa United, Bali United, Borneo FC, dan Persik Kediri membuatnya absen pada laga spesial Macan Kemayoran yang bertepatan dengan ulang tahun mereka ke-97.

Tak hanya soal ulang tahun Persija ke-97, laga nanti juga sangat dinanti-nantikan Macan Kemayoran karena akhirnya mereka kembali bermain kandang di Jakarta setelah terakhir kali pada 14 September melawan Bali United di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara.

Soal absennya Ridho, Souza mengatakan ini bukan masalah besar. Hal ini dikarenakan timnya sudah terbiasa ditinggal absen pemain penting di laga-laga sebelumnya. "Ini memang pertandingan pertama yang Ridho absen, tetapi ini bukan pertama kalinya kami bermain dengan kondisi tidak lengkap. Bahkan saat kehilangan beberapa pemain penting, kami masih bisa membalikkan keadaan," kata pelatih asal Brasil itu.

Sementara itu, ia juga masih belum mengungkapkan siapa yang menjadi kapten Persija melawan PSIM menyusul absennya Ridho. Bek yang baru berulang tahun ke-24 ini selalu menjadi kapten Persija musim ini, dengan hanya satu kali tidak mengenakan ban kapten pada laga melawan Madura United.

Ketika itu, Souza memercayakan kapten tim kepada Andritany, kiper 33 tahun yang membela Macan Kemayoran sejak 2010. "Untuk pertanyaan soal kapten, jika Andritany bermain, dia yang akan menjadi kapten. Tetapi saya juga belum tahu apakah dia atau Eduardo yang akan menjadi starter," ungkap Souza.


Ze Valente

Pemain PSIM Yogyakarta Ze Valente mengungkapkan kekecewaannya tak bisa memperkuat tim saat pertandingan pekan ke-14 BRI Super League 2025/2026 melawan tuan rumah Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (28/11) pukul 19.00 WIB. Ze tak bisa membela Laskar Mataram karena harus menjalani hukuman akumulasi empat kartu kuning, yang terakhir didapatkannya pada kemenangan 1-0 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC pekan lalu.

“Sungguh berat dan sangat menjengkelkan rasanya tidak bisa tampil di pertandingan sepenting ini,” kata Ze, dikutip dari laman resmi PSIM, Kamis.

Pemain asal Portugal ini mengungkapkan kekesalannya ketika mendapatkan kartu kuning terakhir saat melawan Bhayangkara. “Saya sudah berusaha keras menghindari kartu, tapi ada situasi di lapangan yang tidak bisa kita kontrol, dan itulah salah satunya,” ungkap Ze.

Meski absen, Ze menekankan bahwa absennya satu pemain tidak boleh melemahkan mental sebuah tim. Ia mengingatkan rekan-rekannya bahwa kekuatan utama PSIM terletak pada kolektivitas, bukan individu.

Ia juga menegaskan dirinya bukan "sosok yang istimewa" di dalam tim meski dirinya selalu menjadi starter dalam 12 pertandingan dan telah mencetak tiga gol untuk Laskar Mataram musim ini.

“Kunci utama kita adalah tim. Saya bukan sosok yang istimewa, begitu juga pemain lain. Kita semua memiliki peran unik yang sama pentingnya, meskipun terkadang ada pemain yang memberikan pengaruh lebih besar di momen tertentu,” tutur pemain 31 tahun itu.

“Jika kita paham apa yang harus dilakukan dan punya nyali untuk mengeksekusinya, kita pasti bisa memberikan kejutan untuk lawan,” tambah dia.

Menutup pernyataannya, Ze berpesan agar rekan setimnya bermain lepas dengan menjunjung tinggi sportivitas. Ia ingin siapa pun yang menggantikan posisinya dapat menunjukkan permainan terbaik.

“Saya berharap semua bisa menikmati pertandingan. Sadari bahwa ini laga penting, namun tetaplah sebuah pertandingan sepak bola biasa. Mereka harus mengerti bahwa saya—seperti halnya pemain lain—rela memberikan segalanya demi bermain di laga seperti ini," kata Ze.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, pelatih PSIM Jean-Paul van Gastel tetap tenang dan optimistis menatap laga melawan Macan Kemayoran meski timnya tak diperkuat satu pemain penting.

Ia mengatakan, absenya Ze adalah kesempatan terbaik bagi pemain lain untuk menunjukkan kapasitasnya, bahwa mereka layak berseragam Laskar Mataram.

“Dia (Ze) memang pemain penting bagi kami. Namun, seperti yang selalu saya katakan kepada para pemain pengganti: ketika tim membutuhkan dan waktunya tiba, kalian harus siap. Jadi, sekaranglah saatnya,” tegas pelatih asal Belanda tersebut.

Jelang pertandingan ini, kedua tim sama-sama berada di persaingan empat besar klasemen sementara. Persija ada di peringkat kedua dengan 26 poin, sementara PSIM berada di peringkat keempat dengan 22 poin.

  • persija jakarta
  • persija vs psim

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.