Pemprov Kaltara Libatkan Penyandang Disabilitas dalam Pembangunan
Jumat, 28 Nov 2025, 08:07 WIBTANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) berkomitmen memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan daerah mengedepankan prinsip kesetaraan dan keberpihakan kepada kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas dan perempuan.
"Dalam pembangunan di Kaltara harus berprinsip 'Tidak Meninggalkan Siapa Pun', yang artinya setiap warga tanpa terkecuali, termasuk perempuan dan laki-laki penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dan merasakan manfaat pembangunan," kata Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Hubungan Antar Lembaga Gubernur Kaltara Wahyuni Nuzband di Tanjung Selor, Kamis (27/11).
Ia mengatakan hal itu, saat membuka Seminar Gender Equality and Disability (GEDSI) dan Kesehatan Reproduksi Perempuan, Dalam Rangka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Pusat Pemilihan Umum Akses Disabilitas (PPUAD), dan National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI).
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan selamat ulang tahun kepada HWDI, PPDI, PPUAD, dan NPCI.
âSemoga di usia yang bertambah, organisasi-organisasi ini semakin kokoh, semakin kompak, dan semakin kuat dalam memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Kalimantan Utara yang inklusif,â ucap dia.
Ia mengemukakan tentang pentingnya peranan perempuan dan penyandang disabilitas dalam pembangunan.
âIsu kesetaraan gender dan disabilitas bukan lagi isu pinggiran, tetapi menjadi bagian penting dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan,â katanya.
Ia berharap, melalui kegiatan seminar GEDSI dan HWDI ini, dapat muncul gagasan dan rekomendasi yang memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga masyarakat, serta komunitas penyandang disabilitas dalam memperjuangkan hak dan peran mereka di berbagai sektor kehidupan.
ââSaya menegaskan Pemprov Kaltara akan terus memperkuat kerjasama dengan organisasi-organisasi disabilitas. Kita akan dorong berbagai program yang sifatnya peduli akan disabilitas. Semoga sinergi dan kolaborasi seperti ini terus kita jaga dan kita tingkatkan ke depan,â katanya.
âKegiatan ini diisi dengan diskusi interaktif yang menghadirkan narasumber berkompeten di bidang gender dan disabilitas, yang menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat penerapan prinsip GEDSI di Kaltara.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Arsenal Coret Gabriel Jesus dari Skuad Liga Champions, Bocah 15 Tahun Masuk Daftar!
-
Transformasi Dipacu, Danantara Siapkan 21 Jurus Perbaiki BUMN Sakit
-
Dua Bulan Awal 2026, Polres Bengkalis Tangani 105 Kasus Narkoba dengan 163 Tersangka
-
Ramadan Sudah Bisa Digunakan, Pembangunan Masjid Negara IKN Hampir Capai 100 Persen
-
Laga "El Clasico", Barcelona Akan Tampil Menekan dan Kuasai Bola
-
Pemutihan Pajak Kendaraan di Pasaman Barat Diperpanjang hingga 30 Desember 2025
-
Dukung PSM Versus Persebaya, Wali Kota Makassar Kerahkan Suporter
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.