Mataru, Kesejukan di Tengah Hutan Alor
Jumat, 28 Nov 2025, 07:25 WIBAlam Nusa Tenggara selama ini dikenal cukup kering dan panas karena curah hujannya yang rendah. Untuk mengatasi hal ini salah satu yang bisa dilakukan adalah mencari destinasi yang dapat menyegarkan badan dan Âpikiran.
Air Terjun Mataru di Kabupaten Alor bisa menjadi pilihan yang tepat. Berada di Dusun/Legiman, Desa Taman Mataru, Kecamatan Mataru, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), masyarakat lokal kadang menyebutkan dengan nama alternatif ÂBeintal.
Jarak Air Terjun Mataru dengan Kalabahi ibukota Kabupaten Alor sejauh 36.9 kilometer dengan waktu tempuh 1 jam 25 meter. Perjalanan menuju air terjun ini melewati jalan berliku khas pegunungan Alor.
Setelah tiba di desa/perkampungan terdekat, untuk mencapai air terjun biasanya dibutuhkan trekking, sekitar 1,5 kilometer perjalanan dengan cara berjalan kaki melewati jalan setapak menuju ke tempat tersebut. Lokasinya sedikit berada di tengah pulau di sebuah area pegunungan dengan elevasi yang cukup tinggi meski tidak ada datanya.
Setelah tiba akan disambut dengan air yang jatuh dari ketinggian. Ketinggiannya dilaporkan sekitar 20 meter cukup untuk menciptakan riak air dan menciptakan air kabut di sekelilingnya. Dindingnya berupa batu andesit berwarna coklat kehijauan. Sedangkan di kiri air terjun terdapat pohon besar yang berdiri kokoh di tebing yang terjal.
Berada di tengah hutan, Air Terjun Mataru surga kecil yang tersembunyi di tengah alam yang masih perawan. Tidak ada papan petunjuk mencolok, tidak ada kafe modern, bahkan sinyal pun kadang menghilang. Tapi justru itulah yang membuatnya terasa istimewa alami menyegarkan jiwa.
Udara mulai terasa sejuk, pohon-pohon tinggi mengapit jalan, dan suara alam semakin dominan. Begitu mendekati lokasi, suara gemericik air sudah terdengar lebih dulu, seperti menyambut kedatangan tamu jauh.
Air Terjun Mataru tidak menjulang tinggi seperti air terjun raksasa. Air mengalir melewati tebing batu berundak, membentuk kolam-kolam alami kecil yang jernih dan dingin. Di sekitarnya, lumut hijau memeluk bebatuan, dan pepohonan rimbun membuat tempat ini terasa teduh hampir sepanjang waktu.
Yang menarik, suasana di sini benar-benar damai. Tidak banyak wisatawan yang berebut foto, bahkan sering kali hanya terdengar suara air, burung-burung liar, dan sesekali tertawa anak-anak kampung yang bermain air. Airnya dingin, tapi kalau sudah menceburkan kaki atau bahkan berenang sebentar, rasanya seperti terapi alam segar dan bikin rileks.
Penduduk lokal bilang, di musim tertentu debit air bisa lebih deras, dan kabut tipis kadang menyelimuti sekitar air terjun, membuatnya terlihat seperti lukisan hidup. Ada juga cerita masyarakat tentang kesakralan air terjun ini, tapi mereka tetap ramah menyambut pengunjung, asal menjaga kebersihan dan tidak Âsembarangan. hay
- Air Terjun Mataru
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.