Bongkar Borok Pasar! Kemendag Dorong Transparansi sebagai Pilar Utama Perdagangan

Jumat, 28 Nov 2025, 21:15 WIB

JAKARTA – Keterbukaan informasi publik menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem perdagangan yang sehat, inklusif, dan kompetitif.

Akses informasi yang transparan mengenai regulasi, harga, kualitas produk, hingga mekanisme transaksi membantu pelaku usaha—terutama UMKM—mengambil keputusan yang lebih akurat dan efisien.

Ket. Foto: Ilustasi - Pelaku UMKM. — Sumber: Koran Jakarta/ M Ismail

Transparansi juga memperkuat kepercayaan antar pelaku pasar, meminimalkan praktik curang, serta menciptakan level permainan yang lebih setara.

Dengan informasi yang terbuka dan mudah dijangkau, pasar mampu berfungsi lebih efektif, meningkatkan akuntabilitas, serta mendorong persaingan yang mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Sekretaris Jenderal Kemendag Isy Karim dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (28/11), mengatakan kebijakan transparansi, partisipasi dan kolaborasi ditujukan agar masyarakat, khususnya pelaku usaha dapat memahami kebijakan Kemendag sehingga satu sama lain dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Melalui transparansi, partisipasi, dan kolaborasi, kami berupaya memastikan setiap kebijakan, program, dan layanan benar-benar dapat diakses dan dipahami masyarakat, terutama para pelaku usaha yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional,” kata Isy saat menerima kunjungan Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) Bidang Advokasi, Sosialisasi, dan Edukasi Samrotunnajah Ismail.

Isy menjelaskan Kemendag terus mengembangkan berbagai inovasi layanan informasi publik sebagai wujud penguatan prinsip transparansi.

Salah satunya adalah Klinik Desain yang merupakan layanan konsultasi desain profesional yang membantu pelaku usaha kecil dan menengah meningkatkan kualitas produk. Pada periode Oktober 2024 hingga Agustus 2025, tercatat 315 UMKM memanfaatkan layanan ini dan menghasilkan 58 karya desain.

Kemendag juga membuka ruang yang lebih inklusif melalui kegiatan Pitching Sociopreneur Disabilitas, yang memberi kesempatan bagi pelaku UMKM disabilitas mempromosikan produk dan memperluas akses pasar, termasuk ke pasar ekspor.

Di sisi layanan digital, Kemendag meluncurkan platform HERO (Help Center) sebagai pusat layanan terpadu untuk pertanyaan, kendala, pengaduan konsumen, serta permohonan informasi publik.

“Melalui platform ini, seluruh layanan dapat diakses dengan lebih mudah dan cepat,” ujar Isy.

Isy juga mengatakan pada Februari 2025, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Perdagangan menerima kunjungan dari komunitas Teman Tuli yang diterima langsung oleh Menteri Perdagangan (Mendag). Pada kesempatan tersebut, mereka menyampaikan aspirasi terkait perdagangan langsung kepada Menteri Perdagangan.

Lebih lanjut, PPID juga melakukan kolaborasi dengan menyelenggarakan Pameran Keterbukaan Informasi di Universitas Indonesia pada September 2025.

Berbagai informasi dan pertanyaan diajukan oleh mahasiswa yang secara umum mencerminkan minat serta kebutuhan mereka terhadap akses informasi publik. Pertanyaan yang paling banyak disampaikan berkaitan dengan kesempatan magang di Kementerian Perdagangan.

Keterbukaan informasi juga dilakukan Kementerian Perdagangan melalui siniar P-Gangan (Podcast Perdagangan) di YouTube Kementerian Perdagangan, katanya, menerangkan.

Siniar tersebut menampilkan narasumber dari berbagai unit dan bidang di lingkungan Kemendag. Program itu dirancang untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai isu-isu perdagangan sekaligus mendukung penguatan ekosistem melalui edukasi yang mudah diakses, ringan, dan relevan.

Menurut Isy, yang membedakan P-Gangan dengan siniar serupa lainnya, adalah di P-Gangan para pejabat Kemendag hadir bukan sebagai narasumber, namun menjadi pembawa acara tamu (co-host) yang mewawancarai para narasumber yang hadir.

“Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk terus memperkuat upaya transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan informasi publik, baik melalui inovasi digital, peningkatan kapasitas PPID Pelaksana, maupun pemenuhan standar layanan yang responsif dan inklusif,” kata Isy.

Dalam kesempatan yang sama, Komisioner KIP Samrotunnajah Ismail berkunjung ke berbagai fasilitas Kemendag, di antaranya ke ruang Permanent Trade Exhibition, Unit Pelayanan Terpadu Perdagangan (UPTP) I, ruang arsip, serta ke ruang wartawan (press room) Kemendag.

Komisioner KIP juga melihat langsung program Product Placement Pilihan Busan yang merupakan inisiatif pribadi Mendag Budi Santoso (Busan).

Program itu dirancang untuk memberikan ruang promosi tambahan bagi pelaku UMKM melalui penempatan produk secara terkurasi di ruang tamu kantor Mendag.

Setiap tamu yang melakukan audiensi atau pertemuan resmi diperkenalkan dengan produk UMKM tersebut, sehingga kesempatan eksposur dan jejaring pasar menjadi makin luas.

Kemudian, Komisioner KIP juga melakukan audiensi dengan Mendag Budi Santoso dan melakukan shooting bersama untuk episode spesial P-Gangan yang akan tayang pada Desember 2025.

Dalam episode itu, Mendag Busan dan Komisioner KIP membicarakan berbagai hal seputar keterbukaan informasi publik dan manfaatnya dalam perumusan kebijakan di bidang perdagangan.

Komisioner KIP mengatakan KIP sangat mengapresiasi transparansi dan komitmen Kemendag dalam mendorong peningkatan kualitas keterbukaan informasi publik nasional.

“Semoga apa yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan menjadi panutan (role model) bagi instansi lain dalam menjalankan keterbukaan informasi publik. Kami berharap,sinergi antara Kementerian Perdagangan dan KIP dapat terus ditingkatkan, sehingga ekosistem keterbukaan informasi publik makin kuat dan mampu berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar dia.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.