Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Papua Susun Indeks Ketahanan Daerah Optimalkan Ketahanan Bencana

📅 Kamis, 27 Nov 2025, 09:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Papua Susun Indeks Ketahanan Daerah Optimalkan Ketahanan Bencana Doc: ANTARA
Ket. Suasana kegiatan penyusunan IKD 2025 yang digelar oleh BPBD Papua di Kota Jayapura, Rabu (26/11/2025).

JAYAPURA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua menyusun Indeks Ketahanan Daerah (IKD) sebagai bagian penting untuk mengukur dan mengoptimalkan ketahanan bencana di daerah ini.

Kepala Pelaksana BPBD Papua, Wisnu Raditya, di Jayapura, Rabu (26/11), mengatakan penyusunan IKD juga merupakan kewajiban dasar dan harus dipenuhi oleh seluruh BPBD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

"Dokumen IKD ini menjadi syarat utama dalam penyusunan kajian risiko bencana serta rencana penanggulangan bencana," katanya.

Menurut Wisnu Raditya, dokumen tersebut juga akan menjadi acuan penting dalam proses konsultasi program kebencanaan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Dokumen-dokumen ini wajib dimiliki agar program kebencanaan dapat dilegalkan dan dijalankan sesuai ketentuan," ujarnya.

Dia menjelaskan dari penyusunan IKD ini maka BPBD dapat mengukur ancaman bencana, seperti hidrometeorologi yang menjadi prioritas, yakni banjir, longsor, dan puting beliung.

"Apalagi ketiga jenis bencana ini telah terjadi di beberapa kabupaten di Papua sepanjang tahun ini," kata Wisnu Raditya.

Dia menambahkan penyusun IKD 2025 dapat menghasilkan dokumen yang komprehensif bagi seluruh BPBD kabupaten/kota di Papua, kemudian meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan pemangku kepentingan di bidang kebencanaan.

"Dokumen ini dibutuhkan dan keberadaannya dan akan sangat berpengaruh terhadap pelayanan BPBD ke depan," ujarnya.

Sekadar untuk diketahui penyusunan IKD akan berlangsung pada 26–28 November 2025 dengan melibatkan seluruh BPBD kabupaten/kota.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.