Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Mentan akan Integrasikan Petani dan Peternak dalam Satu Ekosistem Usaha

27 Selasa, 27 Okt 2026, 18:17 WIB | Oleh:
Mentan akan Integrasikan Petani dan Peternak dalam Satu Ekosistem Usaha Mentan akan Integrasikan Petani dan Peternak dalam Satu Ekosistem Usaha Doc: Istimewa
Ket. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah)

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya menyatukan petani jagung dan peternak dalam satu ekosistem usaha pertanian. Skema tersebut dirancang untuk menghubungkan produksi jagung, kebutuhan pakan, dan kepastian penyerapan hasil panen.

“Dari dulu, antara peternak dengan petani jagung ini satu kesatuan. Ini sistem baru yang kita bangun, pro-sistem,” kata Amran dalam pertemuan dengan perwakilan peternak dari berbagai daerah di Jakarta, Selasa (27/10).

Amran menjelaskan, petani jagung dan peternak akan disatukan dalam koperasi dengan dukungan pemerintah. Kebutuhan jagung peternak dihitung untuk menentukan target produksi sekaligus mengantisipasi kekurangan pasokan.

Ia menyebut kebutuhan jagung dalam skema tersebut mencapai 1,8 juta ton per tahun. Pemerintah merencanakan pengembangan lahan seluas 300 ribu hektare dengan asumsi produktivitas tujuh ton per hektare.

“Untuk 1,8 juta ton, kita tanamkan jagung yang lebih, yaitu 300 ribu hektare, dikali tujuh ton, itu sama dengan 2,1 juta ton produksi,” ujar Amran.

Dengan asumsi tersebut, produksi jagung diperkirakan mencapai 2,1 juta ton. Kelebihan produksi direncanakan diserap Perum Bulog sebagai offtaker untuk menjaga ketersediaan stok.

Amran menjelaskan, jagung yang disimpan Bulog dapat dibeli kembali oleh peternak dengan dukungan subsidi pemerintah. Mekanisme tersebut diharapkan membantu menjaga pasokan ketika peternak mengalami kekurangan jagung.

“Peternak yang menyetor ke Bulog ini kayak resi gudang, ini nanti yang menebus membeli kembali dengan subsidi pemerintah,” kata Amran.

Selain membangun integrasi pasokan, pemerintah menyiapkan dukungan anggaran dan bantuan sarana bagi peternak. Amran mengatakan, efisiensi sejumlah pos belanja dilakukan untuk mendukung kebutuhan sektor peternakan.

Amran berharap penguatan ekosistem petani dan peternak dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha pertanian. Ia juga menilai peningkatan kesejahteraan tersebut penting untuk menarik minat generasi muda ke sektor pertanian. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Ajang Festival Jakarta World Cinema Kembali Hadir

49 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Ajang Festival Jakarta Worl...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sejumlah Film Indonesia Ikut Festival Film Tokyo 2026, Apa Saja?

Sejumlah Film Indonesia Ikut Festival Film Tokyo 2026, Apa Saja?

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.