TNI AD Jalankan Dua Langkah Smart Approach untuk Tingkatkan Pengamanan di Papua
Rabu, 26 Nov 2025, 03:30 WIBJakarta - Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Kolonel (Inf) Donny Pramono mengatakan pihaknya menjalankan metode smart approach atau pendekatan pintar pengamanan wilayah Papua dengan dua langkah khusus.
"Yaitu, penanganan keamanan yang proporsional dan kegiatan teritorial yang bersifat membangun serta humanis," kata Donny di Jakarta, Selasa (25/11).
Menurut Donny, dua langkah dinilai efektif karena tidak hanya menciptakan penguatan keamanan wilayah saja, melainkan membangun perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Untuk penanganan aspek keamanan, Donny menjelaskan TNI AD tetap menurunkan pasukan untuk menjaga wilayah sambil menjalankan misi operasi militer selain perang (OMSP).
"TNI AD terus memperkuat kegiatan OMSP yang meliputi Satgas Pamtas RIâPNG, pengamanan objek vital nasional, pengamanan pulau terluar berpenduduk, serta pengamanan VVIP," jelas dia.
Langkah ke dua yang dilakukan TNI AD, lanjut Donny, yakni pembinaan teritorial melalui program kerakyatan seperti TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), pembangunan titik air hingga pembukaan lahan tani untuk dikelola warga.
Melalui pendekatan ini, Donny meyakini warga akan semakin merasakan kehadiran pemerintah melalui TNI AD karena telah dibantu dari segi pengamanan dan perekonomian.
"Pendekatan ini ditujukan untuk membangun kepercayaan, membuka akses layanan dasar, serta mendorong stabilitas jangka panjang," ujarnya.
Donny memastikan dua langkah tersebut akan terus berlangsung demi terciptanya situasi aman dan kondusif di Papua.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan TNI akan menerapkan metode smart approach atau pendekatan pintar untuk menciptakan keamanan di Papua.
"Kita akan menempatkan pasukan di Papua dan menerapkan satu metode yang kita sebut smart approach. Dimana antara soft approach, pendekatan teritorial, dan hard approach yaitu operasi taktis, kita gabungkan," kata Sjafrie saat jumpa pers setelah mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/11).
Sjafrie menjelaskan, soft approach atau pendekatan teritorial dilakukan dengan cara tindakan yang berkaitan dengan kegiatan humanis.
Ragam kegiatan humanis itu harus diberikan TNI agar masyarakat merasakan kehadiran prajurit sebagai representasi pemerintah dalam membantu rakyat Papua.
Berita Terkait:
-
50 Hektare Sawah Terdampak Banjir di Asahan
-
Tembus Rp170 Ribu Per Ikat! Ini Penyebab Mawar Rawa Belong Mendadak Langka dan Melejit Gila-gilaan
-
Prambanan Bersolek Sambut Musim Liburan, Menpar Cek Kesiapan Destinasi
-
PVMBG: Gunung Dukono Kembali Erupsi
-
Warga Jepang di Indonesia Diperingatkan: Pelaku Eksploitasi Anak Bisa Diproses Hukum di Dua Negara
-
Andreeva Bidik Wimbledon Usai Juara di Roland Garros
-
Merajut Mimpi dari Kain Tradisi, Batik Besurek Kini Dikenal di Pasar Internasional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.