Peran Perempuan dan Majelis Taklim Jadi Penguat Kebersamaan Masyarakat

Kamis, 24 Sep 2026, 18:10 WIB

JAKARTA - Perempuan memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat yang semakin beragam. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mendorong peran tersebut terus diperkuat melalui berbagai kegiatan yang membangun kebersamaan.

Menurut Rano, keberadaan majelis taklim tidak hanya berkaitan dengan kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang interaksi bagi masyarakat. Melalui majelis taklim, masyarakat dapat belajar membangun komunikasi, bersosialisasi, serta mempererat hubungan dengan lingkungan sekitar.

Ket. Foto: Perempuan memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat yang semakin beragam. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mendorong peran tersebut terus diperkuat melalui berbagai kegiatan yang membangun kebersamaan. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Rano menyampaikan hal tersebut saat bersilaturahmi dengan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) se-Indonesia di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (23/9). Dalam kesempatan itu, ia menilai BKMT memiliki posisi penting karena menjadi penghubung berbagai majelis taklim yang berkembang di sejumlah daerah.

"Kalau majelis taklim di kampung-kampung banyak, di setiap daerah ada. Tetapi bagaimana majelis taklim ini bisa ada di Indonesia? Karena ada Badan Kontak Majelis Taklim," tutur Rano. Pernyataan tersebut menggambarkan pentingnya peran organisasi dalam menghubungkan berbagai kelompok majelis taklim di tengah masyarakat.

Rano mengatakan kegiatan majelis taklim dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk tidak hanya memperdalam pengetahuan keagamaan, tetapi juga membangun kemampuan berinteraksi dengan sesama. Ruang pertemuan seperti ini dinilai relevan dengan karakter Jakarta yang sejak lama dihuni masyarakat dari berbagai daerah dan latar belakang.

"Jakarta ini adalah melting pot atau tempat pertemuan berbagai macam budaya. Ada Padang, Jawa, Betawi, Sunda, Arab, Ambon, dan macam-macam," ungkapnya.

Keberagaman tersebut menjadi bagian dari kehidupan sosial Jakarta yang terus berkembang seiring perubahan kota.

Karena itu, Rano menilai kebudayaan dapat menjadi salah satu sarana untuk menjaga hubungan antarmasyarakat di tengah keberagaman Jakarta. Berbagai kegiatan yang mempertemukan warga dari latar belakang berbeda dapat menjadi ruang untuk membangun rasa saling mengenal dan memperkuat kebersamaan.

Peran perempuan juga dinilai penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan sosial dan keagamaan di masyarakat. Keterlibatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang memiliki kepedulian sosial sekaligus menjaga nilai-nilai kebersamaan.

Rano juga menyinggung perkembangan Jakarta sebagai kota global yang tetap perlu berjalan bersama dengan upaya mempertahankan karakter masyarakatnya. Menurut dia, kemajuan kota tidak harus menghilangkan keberagaman dan kebudayaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan Jakarta.

"Jakarta boleh menjadi kota global, tetapi kebersamaan dan keberagaman masyarakat harus tetap menjadi kekuatan," pungkasnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa perkembangan Jakarta sebagai kota global tetap membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga hubungan sosial dan keberagaman.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.