Rupiah Hari Ini Melemah Saat Dolar Tertekan, Ada Apa dengan Fundamental Domestik?

Rabu, 26 Nov 2025, 16:15 WIB

JAKARTA – Nilai tukar rupiah melemah meski dolar AS tengah berada di bawah tekanan akibat serangkaian rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan pelemahan permintaan domestik maupun aktivitas manufaktur.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa pelemahan rupiah lebih dipicu faktor internal, seperti tekanan impor, kebutuhan likuiditas akhir tahun, serta sentimen pasar terhadap prospek pertumbuhan domestik, ketimbang dorongan eksternal.

Ket. Foto: Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta. — Sumber: ANTARA/ Dhemas Reviyanto

Dengan kata lain, pasar valuta asing saat ini masih merespons ketidakseimbangan permintaan-penawaran dolar di dalam negeri, sehingga perbaikan fundamental domestik dan penguatan kepercayaan investor menjadi kunci untuk menahan tekanan lanjutan.

Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan, Rabu (26/11) sore, melemah tipis sebesar 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.664 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.657 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini (26/11), juga melemah di level Rp16.673 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.667 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva mengatakan nilai tukar rupiah pada hari ini didukung kombinasi katalis global dan domestik.

"(Hal ini) terutama setelah dolar AS tertekan akibat serangkaian data ekonomi AS yang menunjukkan pelemahan," ucapnya di Jakarta.

Tercatat, indeks dolar AS bergerak turun ke sekitar 99,60, yang mencerminkan peningkatan keyakinan pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan suku bunga pada Desember 2025.

Selain itu, sejumlah data ekonomi AS memperlihatkan perlambatan ekonomi di negara tersebut. Mulai dari data retail sales yang naik 0,2 persen secara bulanan pada September 2025 tetapi jauh di bawah perkiraan sebesar 0,4 persen; Producer Price Index (PPI) tumbuh moderat 0,3 persen secara bulanan, dan sinyal pelemahan pasar tenaga kerja seiring penurunan tenaga kerja rata-rata 13,5 orang dalam laporan Automatic Data Processing (ADP).

"Hal ini menjadi katalis global utama yang menahan penguatan dolar dan membuka ruang stabilitas bagi rupiah," ungkap Taufan.

Di sisi domestik, kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dinilai tetap menjadi jangkar utama. Intervensi terarah di pasar valas dan Surat Berharga Negara (SBN) disebut menjaga volatilitas rupiah tetap rendah. Kemudian, kondisi makro domestik yang relatif solid mendukung persepsi positif investor terhadap aset berdenominasi rupiah.

"Pasar tetap menantikan rilis data AS berikutnya seperti Durable Goods Orders, Initial Jobless Claims, Chicago PMI, dan Fed Beige Book yang dapat memicu volatilitas baru. Namun, selama sentimen dovish bertahan, tekanan eksternal terhadap rupiah cenderung mereda," kata dia.

  • rupiah hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.