Mentan Sebut Penyelundupan Beras Dapat Ganggu Target Swasembada
Rabu, 26 Nov 2025, 02:15 WIBJAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan penyelundupan beras ilegal dapat mengganggu target swasembada. Perihal ini, Amran menegaskan, pemerintah harus menjaga produksi petani dari ancaman luar.
"Penyelundupan bisa mengacaukan agenda besar pemerintah. Presiden telah memerintahkan tidak ada impor beras pada 2025," ujar dia di Jakarta, Selasa (25/11).
Menurut Amran, Indonesia sedang berada pada masa penting menuju swasembada. Ia mengatakan tahun ini pemerintah menargetkan produksi nasional mencukupi kebutuhan.
Ia menyebut harga beras dunia turun karena Indonesia tidak impor. Menurutnya, kondisi itu menunjukkan kuatnya posisi Indonesia dalam pasar global.
Amran menilai penyelundupan dapat melemahkan kepercayaan petani pada pemerintah. Ia khawatir motivasi petani turun jika barang ilegal terus masuk.
Ia menjelaskan petani harus mendapat kepastian pasar untuk terus berproduksi. Semangat petani sangat menentukan keberhasilan swasembada nasional.
Karena itu, Amran meminta, seluruh daerah mengikuti kebijakan nasional tentang impor beras. "Penyelundupan tidak boleh mengganggu agenda swasembada pemerintah," ujar dia.
Aparat sebelumnya menyita 40,4 ton beras ilegal di Batam. Kasus itu terungkap setelah laporan warga masuk pada Jumat (21/11) malam.
Barang ilegal yang disita mencakup beras, gula, dan minyak goreng. Petugas juga menemukan tepung, susu, parfum, mie, dan frozen food.
Lima anak buah kapal telah diamankan untuk pemeriksaan lanjutan. Kapten kapal tidak berada di lokasi saat penyitaan dilakukan.
Amran mengatakan seluruh barang tidak memiliki dokumen impor resmi. Ia menyebut tindakan penyelundupan melanggar aturan yang berlaku.
Petugas masih menelusuri asal negara barang selundupan tersebut. Informasi awal menyebut kemungkinan berasal dari Thailand.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyebut kasus ini melibatkan oknum daerah. Ia mengatakan oknum itu memanfaatkan celah di kawasan perdagangan bebas.
"Ya, oknum ini, oknum di daerah RTZ," kata dia di kesempatan yang sama.
Rizal menyatakan, tidak ada warga negara asing dalam kasus ini. Ia menegaskan lima ABK yang ditangkap masih diperiksa aparat.
Diungkapkan, barang bukti masih disegel di lokasi. Ia menyebut pemusnahan akan menunggu keputusan sidang dan tindakan kepolisian.
Ia menjelaskan penyelundupan beras dapat merusak harga pasar dalam waktu singkat. Menurutnya, tindakan ilegal seperti ini membahayakan stabilitas pangan nasional. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Melestarikan Budaya Betawi, Setu Babakan Hadirkan Kembali Permainan Tradisional.
-
BMKG: Aktivitas Monsun Australia Picu Gelombang Setinggi 6 Meter di Perairan Selatan Bali
-
Perang Tak Kunjung Usai, Anggota DPR Minta Indonesia Berperan Aktif Dorong AS Hentikan Serangan ke Iran
-
PBNU Minta Arahan Menkeu Soal Pendirian Koperasi Pengelola Tambang
-
Warga Penderita Tuberkulosis Diharap Berobat untuk Cegah Penularan
-
PKB Bantul Targetkan 9-10 Kursi DPRD pada Pemilu 2029, Ini Strategi untuk Mewujudkannya
-
PT Pertamina Optimalkan Rumah BUMN demi Dorong UMKM Lokal Naik Kelas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.