Kota Kediri Sekuat Tenaga Menjaga Kerukunan
Rabu, 26 Nov 2025, 00:30 WIBKEDIRI â Kerukunan harus menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaganya. Maka, Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, memperkuat kolaborasi dengan Forum Kerukunan antar Umat Beragama (FKUB) Kediri, menjaga kerukunan beragama di kota ini. Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengemukakan Kota Kediri memiliki karakter sosial yang unik. Dengan hanya tiga kecamatan, namun kota ini memiliki keragaman budaya, agama dan memiliki banyak pondok pesantren. Sehingga penting menanamkan bibit toleransi sejak dini, termasuk di sekolah.
"Saat ini SMP di Kota Kediri yang menjadi sorotan baik yakni SMPN 4 dan SMPN 1 dengan sekolah moderasi beragama. Di sekolah menjunjung tinggi nilai ke-Bhinekaan dan memberikan fasilitas setara untuk semua agama. Bahkan di SMPN 1 Kediri ada galeri moderasi beragama," katanya di Kediri, Selasa.
Wali Kota saat dialog dengan FKUB Kediri tersebut meminta anak muda dilibatkan dalam menjaga kerukunan di Kota Kediri. Kemajuan teknologi dapat diakses oleh semua termasuk anak muda. Bahkan, kadang informasi yang didapatkan bisa menjadi menimbulkan intoleransi di kalangan anak muda. Ia prihatin dengan adanya kasus perundungan di kalangan anak muda yang didasari adanya perbedaan. Untuk itu, ia tidak ingin hal itu terjadi di Kediri.
"Harus libatkan anak-anak muda untuk menjaga kerukunan. Saya mengapresiasi langkah FKUB dalam progran KFUB Goes To School yang menjadi upaya memupuk kerukunan dan toleransi di kalangan muda," kata dia. Ia juga menegaskan pentingnya langkah nyata dalam mitigasi isu intoleransi di Kota Kediri. Di kota ini, sudah memiliki Satgas Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) yang tugasnya melakukan deteksi dini apabila ada gangguan.
FKDM ini, kata dia, bisa dibuat kolaborasi dengan jajaran Forkopimda Plus dan juga FKUB dalam memitigasi isu intoleransi, sehingga dapat segera di atasi dan tidak menjadi besar. "Saya rasa ini bisa dikolaborasikan untuk melakukan deteksi dini terhadap hal-hal yang mengancam kerukunan di Kota Kediri. Sehingga nanti ketika ada masalah intoleransi atau lainnya dapat disinergikan. Memang untuk menjaga toleransi dan kerukunan ini harus berkolaborasi dengan semua pihak," kata dia.
Ia juga menegaskan pentingnya deteksi dini menghadapi momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pemerintah Kota Kediri, Forkopimda Plus dan FKUB Kediri harus bersiap untuk menghadapi momentum tersebut. Dalam kesempatan itu, pasti banyak orang yang mudik di Kota Kediri sehingga menyebabkan kemacetan dan bertambahnya volume kendaraan. "Untuk itu bersama-sama harus kita antisipasi. Agar perayaan Natal dan tahun baru di Kota Kediri berjalan aman, lancar, dan nyaman," kata dia.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Penemuan arca kuno di Kediri
-
Logo HUT ke-80 RI Gaungkan Makna Infinity, Simbol Tak Terputus Menuju Indonesia Superpower!
-
Pemkab Garut Bakal Gelar Hari Bebas Kendaraan Digabungkan dengan Kegiatan Ekonomi Kreatif
-
907 Calon Mahasiswa Baru Jalur SNBT Disediakan KIP Kuliah dari ULM
-
Tradisi Grobyak Ikan Sumber Gundi Kediri
-
Pemkab Kediri Targetkan Pembangunan Pasar Ngadiluwih Delapan Bulan
-
Aksi Pembakaran Kediri: Arca Kuno dari Museum Bhagawanta Bhari Dijarah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.