Babak Penentu! Indonesia Finalisasi Langkah Besar Percepatan Industri Hijau bersama UNIDO

Rabu, 26 Nov 2025, 16:45 WIB

JAKARTA – Akselerasi penerapan industri hijau menjadi langkah strategis untuk memastikan transformasi ekonomi berjalan seimbang antara pertumbuhan dan keberlanjutan.

Di tengah tekanan global terhadap emisi dan efisiensi energi, industri yang mampu beradaptasi dengan teknologi bersih akan memiliki daya saing lebih kuat, terutama dalam rantai pasok internasional yang semakin ketat terhadap standar lingkungan.

Ket. Foto: Ilustrasi - PLTS atap. — Sumber: ANTARA/ HO-Suryanesia

Selain menekan biaya produksi jangka panjang melalui efisiensi energi dan pengelolaan limbah, industri hijau juga memperkuat ketahanan ekonomi nasional dengan mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.

Percepatan adopsi industri hijau bukan hanya agenda lingkungan, tetapi investasi jangka panjang untuk menjaga daya saing, menarik investasi berkualitas, dan menciptakan ekosistem industri yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat kemitraan strategis dengan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) melalui finalisasi Indonesia-UNIDO Programme for Country Partnership (IUPCP) 2026-2030 yang menjadi kerangka akselerasi penerapan industri hijau.

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza dalam pernyataan di Jakarta, Rabu (26/11), menyampaikan kerja sama ini merupakan fondasi penting dalam pembangunan transformasi industri ke depan, mengingat Indonesia tengah mempercepat transformasi industri hijau sebagai jalur utama menuju Net Zero Emissions (NZE) 2060.

Program kerja sama baru ini, kata dia pula, merupakan kelanjutan dari Indonesia-UNIDO Country Programme (IUCP) 2021-2025. Selama periode tersebut, berbagai kolaborasi strategis telah menghasilkan capaian konkret dalam peningkatan daya saing industri, adopsi teknologi hijau, efisiensi proses produksi, serta penguatan standar industri berkelanjutan.

Menurut dia, kesepakatan terbaru ini merupakan hasil pertemuan dirinya dengan pimpinan tinggi Unido, di Riyadh, Arab Saudi, Senin (24/11).

"Finalisasi Program 2026-2030 akan memperkuat dukungan teknis UNIDO di Indonesia, tidak hanya dalam integrasi standardisasi, sertifikasi, dan penguatan ekosistem industri hijau, tetapi juga dalam memperkuat hilirisasi, rantai suplai global, transformasi digital, pengembangan kapasitas SDM, serta pengembangan kewilayahan secara menyeluruh,” katanya pula.

Dari pertemuan itu juga, Indonesia dan UNIDO meninjau peluang sinergi melalui BRICS Center for Industrial Competencies (BCIC), terutama dalam penguatan SDM industri, peningkatan daya saing IKM, pengembangan ekonomi sirkular, serta akselerasi transformasi digital Industri 4.0.

Wamenperin menekankan bahwa kerja sama ini semakin relevan di tengah tuntutan global terhadap industri rendah emisi.

“Industri adalah tulang punggung ekonomi nasional. Karena itu, transformasi hijau bukan pilihan tetapi keharusan untuk menjaga keberlanjutan dan daya saing jangka panjang,” katanya lagi.

Kemenperin juga tengah memfinalisasi penyusunan regulasi untuk mendukung transformasi kawasan industri hijau guna menjamin keberlanjutan implementasi standar dan sertifikasi ke depan.

“Melalui kolaborasi dengan UNIDO, Indonesia ingin memastikan bahwa transisi industri hijau memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat serta dunia usaha,” ujarnya pula.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.