Pemkot Bandung Kejar Peningkatan Identitas Kependudukan Melalui Digitalisasi Adminduk
Selasa, 25 Nov 2025, 15:00 WIBBANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat transformasi layanan administrasi kependudukan (adminduk) dengan mendorong digitalisasi dan peningkatan cakupan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Upaya ini ditegaskan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam Rapat Koordinasi Data Kependudukan dan Disdukcapil Awards Tahun 2025, Senin 24 November 2025.
Wali Kota Farhan menyebut pelayanan publik menjadi fondasi keadilan bagi seluruh warga, terlepas dari kondisi ekonomi maupun latar belakang sosial.
âDasarnya adalah pelayanan publik. Mau anda berpendapatan Rp1 miliar sebulan atau anda seorang buruh harian yang cuma berpendapatan Rp50.000 per hari, KTP-nya sama,â ujar dia.
Wali Kota Farhan juga menyoroti pentingnya layanan adminduk sebagai alat memastikan kehadiran negara yang adil, terutama bagi kelompok rentan.
Ia mencontohkan keberhasilan pendataan sekitar 40 penyandang disabilitas mental terlantar yang kini memiliki NIK dan KTP.
âDengan punya NIK, maka dia punya KTP. Dengan punya KTP, maka dia berhak untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah,â ucap dia.
Pada kesempatan itu, ia menegaskan capaian digitalisasi harus terus digenjot, terutama terkait Identitas Kependudukan Digital.
âKita belum mencapai target 30 persen identitas kependudukan digital. Ini harus 30 persen. Kenapa penting? Karena IKD inilah pertahanan terbaik kita untuk melindungi masyarakat dari kejahatan digital berbasis admin itu,â ujar dia.
Pada kesempatan tersebut, Disdukcapil Kota Bandung juga meluncurkan tiga inovasi, yakni Pelana (Pelayanan Adminduk di Tempat Persalinan), Siap Pa (pelayanan terintegrasi dengan Pengadilan Agama), dan Kompak (kolaborasi pencatatan adminduk dengan KUA).
Peluncuran ini disebut sebagai langkah strategis untuk memperluas akses layanan.
âTiga layanan inovatif yang hari ini menjadi salah satu inovasi kebanggaan Pemerintahan Kota Bandung yaitu Pelana, Siapa dan Kompak Kang,â ujar Wali Kota Farhan.
Sementara itu, Kepala Dinas Dukcapil Kota Bandung, Tatang Muchtar menjelaskan, strategi memperluas akses layanan adminduk melalui sebaran layanan yang merata di seluruh wilayah kota.
âUntuk Kota Bandung dengan melayani penduduk hampir 2,6 juta itu sangat tidak sederhana. Tentu saja ini memerlukan strategi yang mumpuni, karenanya kami mencoba menyebarkan layanan,â kata Tatang.
Ia menyebut kolaborasi lintas instansi, termasuk KUA, rumah sakit, perbankan, dan lembaga layanan publik lainnya, menjadi kunci percepatan inovasi dan peningkatan kualitas layanan adminduk di Kota Bandung.
Pada kesempatan ini, Disdukcapil Kota Bandung memberikan apresiasi kepada unsur kewilayahan, OPD dan lembaga pengguna atas dukungannya dalam mengakselerasi pelayanan adminduk sepanjang Tahun 2025. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
HNW Apresiasi Langkah Kemlu Bebaskan WNI Ditangkap Israel
-
Kota Bandung dan Kotawaringin Timur Jalin Kerja Sama untuk Tingkatkan PAD dan Digitalisasi Layanan
-
Pemkot Bandung Siapkan Penguatan Ketahanan Pangan
-
Pemkab Tangerang Buka 11.072 Kuota Siswa SD dan SMP Swasta untuk Program Sekolah Gratis
-
Rekor Baru! Sebanyak 275 Pendaki Capai Puncak Everest dalam Satu Hari
-
Wali Kota: Grand Design Kependudukan Jadi Panduan Bandung Menuju 2045
-
Nekat Berangkat Haji Ilegal, Arab Saudi Siapkan Denda 20.000 Riyal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.