Wali Kota Bandung Fokus Tekan Kasus TBC dan ‘Stunting’ serta Tingkatkan Kepesertaan BPJS Kesehatan

Senin, 24 Nov 2025, 15:55 WIB

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut pembiayaan layanan kesehatan semakin kompleks dan mahal, sehingga peran BPJS sangat penting bagi masyarakat.

“Tingkat kepatuhan terhadap BPJS adalah kunci. Kalau rajin bayar dan tidak telat, masyarakat akan mendapatkan manfaat besar, dan Kota Bandung dapat menjaga capaian UHC,” ujar Wali Kota Farhan.

Ket. Foto: — Sumber: Humas Kota Bandung

Hal itu ia ungkapkan usai memimpin Apel Pagi Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tingkat kota di Balai Kota Bandung, Senin (24/11).

Ia memastikan akan terus turun ke kelurahan dan RW untuk mengedukasi masyarakat agar meningkatkan kepatuhan BPJS.

Wali Kota mengakui meningkatnya pemanfaatan BPJS menyebabkan antrean di rumah sakit semakin panjang. Namun, pemerintah telah menyiapkan terobosan.

“Semua akan terintegrasi. Sistem akan menilai keluhan, menentukan fasilitas tujuan, dan mengarahkan ke rumah sakit dengan antrean lebih pendek,” jelas Wali Kota Farhan.

Selain soal BPJS Kesehatan, Wali Kota menegaskan dua isu utama kesehatan masyarakat saat ini adalah tuberkulosis (TBC) dan stunting.

“TBC dan risiko stunting masih kita tekan luar biasa,” kata dia.

Program Cek Kesehatan Gratis dari pemerintah pusat menurutnya sangat strategis untuk deteksi dini dan skrining massal.

Wali Kota Farhan juga menyinggung rendahnya minat sebagian masyarakat terhadap penggunaan septic tank komunal, padahal infrastruktur sanitasi dasar harus segera ditata ulang.

“Kuncinya edukasi. Kita juga memperbaiki saluran air kotor melalui BUDP dan perbaikan drainase warisan Belanda bersama PDAM,” tutur dia.

Penataan sanitasi dasar ditargetkan berjalan signifikan dalam satu tahun ke depan. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.