Rupiah Masih Tertekan, 24 November 2025

Senin, 24 Nov 2025, 08:55 WIB

JAKARTA – Rupiah masih berada dalam posisi rawan tekanan karena minimnya katalis positif, baik dari dalam negeri maupun global. Di domestik, investor menunggu kejelasan arah kebijakan fiskal dan prospek pertumbuhan yang belum menunjukkan sinyal kuat, sementara eksternal juga tidak menawarkan dukungan berarti, menyusul keti­dakpastian suku bunga global dan penguatan dolar yang masih dominan. 

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong melihat investor tengah menantikan data belanja konsumen Ame­rika Serikat (AS) atau Personal Consumption Expenditures (PCE), yang merupakan indeks untuk mengukur penge­luaran pribada untuk barang dan jasa. PCE menjadi salah satu indikator ekonomi utama AS yang menunjukkan ke­kuatan ekonomi dan menjadi acuan bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) untuk kebijakan moneternya.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Lukman menilai apabila pasar ekuitas melanjutkan penurunan, hal itu akan membebani rupiah. Karenanya, dia memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS da­lam perdagangan di pasar uang antarbank, Senin (24/11), bergeral di kisaran 16.600– 16.900 rupiah per dollar AS de­ngan kecenderungan melemah.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada penutupan perda­gangan Jumat (21/11) sore, menguat sebesar 20 poin atau 0,12 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.716 rupiah per dollar AS.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.