- Home
-
- Luar Negeri
-
- COP30 Sepakati Pendanaan I...
COP30 Sepakati Pendanaan Iklim, Isu Fosil Diabaikan
Senin, 24 Nov 2025, 01:00 WIBBELEM - Presidensi COP30 Brasil pada Sabtu (22/11), mendorong tercapainya kesepakatan iklim kompromi yang meningkatkan pendanaan bagi negara-negara miskin, namun tanpa mencantumkan referensi apa pun tentang penghentian bahan bakar fosil, meskipun ada tekanan dari Eropa dan beberapa negara Amerika Latin.
Dikutip dari Channel NewsAsia, kesepakatan tersebut disahkan melewati batas waktu setelah dua minggu negosiasi tegang di kota Belem, Amazon, dan dirumuskan tanpa kehadiran Amerika Serikat, yang tidak mengirim delegasi resmi.
Presiden COP30 Andre Correa do Lago mengakui adanya perbedaan pandangan saat mengetuk palu pengesahan kesepakatan itu, sambil mengatakan kepada para delegasi: âKami tahu beberapa dari Anda memiliki ambisi yang lebih besar terhadap sejumlah isu yang dibahas.â
Beberapa negara menyatakan keberatan bahwa pertemuan puncak tersebut berakhir tanpa rencana yang lebih kuat untuk menekan emisi gas rumah kaca atau menangani bahan bakar fosil, sumber terbesar pemanasan global.
Reaksi Balik
Kolombia, Panama, dan Uruguay memimpin keberatan, menegaskan bahwa paket akhir tidak boleh mengabaikan konsensus ilmiah mengenai bahan bakar fosil. Negosiator Kolombia memperingatkan bahwa âkonsensus yang dipaksakan di bawah penyangkalan iklim adalah kesepakatan yang gagalâ.
Keluhan mereka berpusat pada salah satu teks teknis negosiasi yang harus disetujui bersamaan dengan kesepakatan utama, bukan pada deklarasi politik itu sendiri.
Ketiga negara tersebut bergabung dengan Uni Eropa menuntut dimasukkannya bahasa tentang transisi menjauhi bahan bakar fosil, sementara koalisi yang dipimpin Arab Saudi menyatakan bahwa rujukan semacam itu tidak dapat diterima.
Uni Eropa pada akhirnya sepakat untuk tidak memblokir kesepakatan tersebut pada Sabtu pagi, dengan Komisaris Iklim Wopke Hoekstra mengatakan bahwa meskipun hasilnya tidak ideal, âkita harus mendukungnya karena setidaknya arahnya benarâ.
Negosiator iklim Panama, Juan Carlos Monterrey, lebih lugas dengan mengatakan: âKeputusan iklim yang bahkan tidak bisa menyebut kata âbahan bakar fosilâ bukanlah netralitas; itu adalah bentuk keterlibatan.â
Berdasarkan perjanjian tersebut, negara-negara kaya didesak untuk melipatgandakan pendanaan iklim bagi negara-negara berkembang pada tahun 2035, khususnya untuk adaptasi terhadap naiknya permukaan air laut, meningkatnya badai, dan panas ekstrem.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Blackout Sumatera Bongkar Rapuhnya Ketahanan Listrik Nasional
-
Badan Pegal-pegal dan Otot Tak Seimbang? Ini 4 Kebiasaan yang Harus Anda Perbaiki
-
Tiket Kereta Final Piala Dunia Tembus 2,4 Juta Rupiah, Fans Sebut “Tidak Masuk Akal”
-
Polres Malang Tetapkan Empat Tersangka Pelaku Kekerasan Terhadap Wisatawan Surabaya di Pantai Wedi Awu
-
Presiden Prabowo Perintahkan ke Seluruh Menteri Bersihkan Pungli dan Korupsi di Birokrasi
-
BI Percaya Diri, Inflasi 2026–2027 Tetap Jinak di Kisaran Target
-
Presiden Prabowo Terbang ke Rusia, Agendakan Pertemuan Khusus dengan Vladimir Putin
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.