Inovasi Pemberantasan Hama: Kementan Bangun Kampung Peramalan OPT Pertama di Sleman
Minggu, 23 Nov 2025, 21:55 WIBSLEMAN â Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) menjadi aspek krusial dalam menjaga stabilitas produksi pangan dan mencegah kerugian ekonomi bagi petani.
Serangan OPT yang tidak tertangani dapat menurunkan hasil panen secara signifikan, mengganggu rantai pasok, dan meningkatkan volatilitas harga komoditas strategis.
Pendekatan pengendalian yang terukurâmulai dari deteksi dini, penggunaan varietas tahan, hingga pemanfaatan metode ramah lingkunganâtidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia yang berpotensi merusak ekosistem.
Dengan sistem pengawasan OPT yang kuat, pemerintah dan petani dapat menjaga keberlanjutan sektor pertanian, memastikan keamanan pangan, serta meningkatkan daya saing komoditas lokal di pasar nasional maupun global.
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) meluncurkan kampung peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) di Kalurahan (setingkat desa) Sumbersari, Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (23/11).
Peluncuran kampung peramalan OPT diawali dengan penanaman padi dan pemotongan tumpeng oleh jajaran Direktorat Jenderal Tanaman Pangan bersama Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa.
Sekretaris Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI Akhmad Musyafak mewakili Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI mengatakan bahwa program kampung peramalan ini bertujuan untuk mendeteksi atau memprediksi populasi OPT.
"Program kampung peramalan ini berkelanjutan dengan tujuan memberikan percontohan penerapan terkait pengamatan, peramalan dan pengendalian OPT jika diperlukan," katanya.
Kabupaten Sleman menjadi salah satu wilayah yang terpilih menjadi percontohan dari empat wilayah lainnya di Indonesia. Adapun Sleman, khususnya wilayah Moyudan dipilih menjadi percontohan program tersebut berdasarkan potensi pertanian dengan endemis tikus.
Ahmad Musyafak mengatakan, untuk pelaksanaannya para petani nantinya akan menyaksikan langsung bagaimana proses pengalaman, peramalan dan pengendalian OPT secara detail di bawah bimbingan Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT).
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan dukungannya atas program Kementan RI dalam memaksimalkan sektor pertanian khususnya di Sleman melalui kampung peramalan OPT.
Menurut dia, pengendalian hama di sektor pertanian merupakan salah satu persoalan yang menjadi perhatian khususunya di wilayah Sleman barat.
"Mengingat, sektor pertanian Sleman menjadi salah satu penyangga utama ketahanan pangan di wilayah DIY," katanya.
Ia juga menilai program ini sejalan dengan arah pembangunan pertanian modern yang menekankan pada presisi, efisiensi dan keberlanjutan.
"Kami meyakini bahwa dengan adanya kampung peramalan OPT ini, petani Sleman dapat mengambil keputusan yang lebih tepat, lebih cepat dan lebih akurat," katanya.
Ia mengatakan, informasi yang disampaikan melalui sistem peramalan akan membantu petani dalam menentukan waktu tanam, memilih varietas serta melakukan langkah pengendalian hama secara terpadu.
Danang juga menyampaikan bahwa Pemkab Sleman berkomitmen untuk terus mendorong digitalisasi pertanian melalui sistem informasi, pemanfaatan sensor lapangan, peningkatan kapasitas penyuluh dan kolaborasi dengan perguruan tinggi. Sleman memiliki modal SDM dan infrastruktur yang cukup kuat untuk bertransformasi menuju pertanian berbasis teknologi.
"Kami berharap kampung peramalan OPT ini tidak hanya berhenti sebagai proyek percontohan, tetapi dapat menjadi model yang direplikasi di berbagai wilayah lain," katanya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.